Jangan Baper dengan Teknologi Baru

Oleh : Haniffah Sri Rinjani
Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi Universitas Sari Mulia

Persepsi masyarakat yang masih minim terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menjadi salah satu penyebab sulit berkembangnya riset berbasis iptek di Indonesia.

Diketahui, sebanyak 54 persen masyarakat Indonesia kurang paham terhadap isu iptek. Hal tersebut diketahui dari hasil studi yang dilakukan Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pappiptek) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Tak salah bahwasanya Indonesia sering dikatakan awam teknologi, Gagap Teknologi (gaptek) dan lebih tertinggal dari orang luar negeri. Padahal dengan pengetahuan yang luas mengenai teknologi ini, tidak meluput kemungkinan Indonesia akan lebih cepat mengikuti perkembangan teknologi seperti dinegara negara maju.

Bahkan bisa saja dengan presepsi dan aspirasi masyarakat yang bisa menilai teknologi dengan baik dan benar, tidak menutup kemungkinan juga Indonesia bisa bertransformasi menjadi negara maju. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh gagap teknologi alias gaptek.

Teknologi berkembang dengan sangat pesat dan Indonesia harus bisa menyesuaikan diri. Indonesia jangan hanya menjadi pengguna, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan teknologi.

Kemajuan teknologi yang sudah di depan mata contohnya adalah koneksi 5G. Jokowi berpesan Indonesia jangan hanya jadi konsumen 5G, tetapi memanfaatkannya demi kemajuan bangsa dan negara.

Kita jangan hanya menjadi smart digital user. Kita harus mampu mencetak smart digital specialist, menciptakan teknologi yang andal, bersaing, dan kompetitif.

Kembangkan smart digital preneur yang mengembangkan kewirausaahan dan membuka lapangan kerja. Banyak orang awam teknologi ketika muncul teknologi yang baru, dihina dulu sebelum diterima.

Hal seperti inilah yang membuat tertinggal sebelum mempelajarinya. Contohnya saja seperti GPRS, 3G, 4G banyak yang menertawakan kemunculan teknologi ini ketika pertama kali muncul.

Namun bisa dilihat, apa yang telah mereka tertawakan kini menjadi salah satu aset mereka dalam menggunakan teknologi. Banyak yang terkait teknologi dengan hal seperti itu, misalnya lagi siapa yang menyangka bahwa punya konektivitas internet seperti sekarang, teleponan menggunakan internet, bisa ngobrol tatap muka menggunakan internet.

Jadi jangan pernah merasa takut pada perubahan, jangan merasa takut tertinggal, takut karena tidak memahami dan merasa kalah dengan orang lain karena telat belajar. Mindset yang seperti itu harus diubah agar tidak gampang mendiskriminasi teknologi.

Pemanfaatan teknologi yang baik akan berbuah hal baik, bisa mengambil contoh untuk pemanfaatan teknologi sederhana seperti mengembangkan produk bisnis yang berkaitan dengan ekonomi digital, pembelajaran yang sekarang mengutamakan digital, teknologi-teknologi kesehatan contoh kecilnya pengecekan suhu tubuh digital yang sekarang biasa ditemukan di beberapa tempat yang sering dikunjungi. Sekarang hampir semua kegiatan yang dilakukan bisa dimudahkan dengan adanya teknologi.

Berita Lainnya

Pengelolaan Keuangan Negara di Era Digitalisasi

Digitalisasi Keguruan

1 dari 379

Kemajuan teknologi digital yang semakin pesat di seluruh negara-negara internasional harus diimbangi dengan kapasitas maupun pengetahuan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola serta memanfaatkannya.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara menjelaskan, lahirnya SDM yang memiliki keahlian menyerap kemudian mengimplementasikan teknologi digital akan membuat Indonesia tidak sekadar menjadi pasar pelaksanaan proses bisnisnya.

Kita harus siapkan SDM yang mampu bersaing di kancah global. Kalau bukan kita siapa lagi. Secara praktis, teknologi itu memang yang buat dari negara asing, namun dari sisi aplikasi yang menciptakan. Jadi jangan sampai kita hanya jadi pasar terus.

Rudiantara juga mengungkapkan, selama empat tahun terakhir Indonesia mempunyai 4 start up bergelar unicorn di Indonesia yakni Go-Jek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak. Sebagai informasi, unicorn adalah gelar yang disematkan kepada perusahaan start up Indonesia sebab telah tercatat memiliki nilai valuasi di atas USD 1 miliar.

Untuk tren teknologi hingga 2022 yang diprediksi memberikan peran penting pada kinerja ekonomi pada tahun-tahun mendatang adalah sektor jasa yang mengadopsi teknologi tinggi, seperti sektor informasi dan komunikasi, jasa keuangan, serta sebagian jasa perdagangan ritel.

Perubahan paradigma ekonomi ini sebagai respons pandemi yang mendorong pola penggunaan intensif teknologi informasi, seperti bekerja, belajar, dan belanja dari rumah yang diperkirakan menjadi gaya hidup baru yang akan terus berkembang.

Dampak ini juga didukung oleh struktur penduduk yang didominasi kaum milenial. Dengan demikian, hal ini mendorong kinerja sektor-sektor terkait tumbuh di atas rata-rata nasional.

Menurut Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu RI, sektor informasi dan komunikasi diperkiraan tumbuh di kisaran 8,3-10,1 persen, sementara jasa keuangan diharapkan tumbuh di kisaran 5,6-6,8 persen.

Dari hal tersebut, berikut prediksi tren teknologi industri hingga 2022 : digitalisasi Ekonomi, revolusi pengembangan aplikasi, ledakan inovasi digital, dan tampilan antarmuka baru pada AI.

Teknologi yang berkembang dewasa ini merupakan sistem yang diciptakan oleh manusia untuk sesuatu tujuan tertentu, yang pada intinya adalah mempermudah manusia dalam memperingan usahanya, meningkatkan hasilnya, dan menghemat tenaga serta sumber daya yang ada.

Teknologi itu pada hakikatnya adalah bebas nilai, namun penggunaannya akan sarat dengan aturan nilai dan etika. Dalam bidang pendidikan, teknologi juga diperlukan untuk menjangkau peserta didik atau warga belajar ditempat jauh dan terasing, melayani sejumlah besar dari mereka yang belum memperoleh kesempatan pendidikan.

Teknologi yang ada ini berusaha untuk memecahkan dan atau memfasilitasi pemecahan masalah belajar pada masnusia di mana saja, kepan saja, dengan cara apa saja dan oleh siapa saja.

Dalam kondisi seperti ini teknologi informasi dan komunikasi dengan segala aplikasinya adalah jawaban yang akan sangat membantu menyelasaikan masalah tersebut.

Menurut Prawiradilaga, teknologi informasi dan komunikasi yang terencana, serta terlaksana dengan baik akan membantu menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang tangguh seperti yang kita harapkan. Karena dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi akanada dorongan untuk mengadopsi atau mentransfer ideide yang berasal dari Negara-negara yang sudah maju atau negara yang sedang berkembang. Teknologi informasi dan kamunikasi sebagai suatu produk dan proses telah berkembang sedemikian rupa sehingga mempengaruhi segenap kehidupan dalam berbagai bentuk aplikasi.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya