Alm Gubernur Said di Mata Ibnu Sina, Sosok Agamis dan Teladan yang Patut Dicontoh

Banjarmasin, KP – Wafatnya Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Ir H Muhammad Said pagi tadi meninggalkan duka yang mendalam bagi warga Kalimantan Selatan, termasuk di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemko) Banjarmasin.

Karena itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengungkapkan, pihaknya merasa sangat berduka dengan kabar meninggalnya Gubernur Kalsel periode 1985 sampai dengan 1995 tersebut.

“Kami atas nama Pemko Banjarmasin berbelasungkawa atas wafatnya gubernur kalsel kebanggaan kita, yakni Ir H Muhammad Said yang meninggal dunia pada pagi tadi,” ucapnya di Balai Kota, Rabu (16/2) siang.

Menurutnya, almarhum yang pernah menjabat sebagai orang nomor satu di Bumi Lambung Mangkurat ini merupakan sosok yang sangat patut dijadikan tauladan bagi masyarakat Banua.

Benar saja, selain banyak berjasa di bidang pembangunan daerah, mantan Gubernur Kalsel dua periode itu juga merupakan sosok yang agamis di mata Ibnu Sina.

Ibnu menceritakan, momen terakhir bertemu dengan almarhum adalah ketika menjalankan Salat Jumat di Masjid Arafah, Komplek Dharma Praja, Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur belum lama tadi.

Kemudian, kata Ibnu, almarhum sering salat di masjid sana. Kebetulan masjid yang masih satu komplek dengan Rumah Dinas Wali Kota itu terdapat ram (jalur khusus kursi roda).

“Jadi beliau gampang kesana untuk beribadah meski pakai kursi roda,” katanya.

Selain itu, Ibnu juga mengaku, bahwa sosok almarhum Gubernur Said juga meninggalkan kesan yang paling mendalam bagi dirinya.

Pasalnya, ketika dirinya berkunjung ke rumah beliau untuk sungkem dan memperkenalkan diri sebagai orang yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin terpilih.

“Saya sering berkunjung ke rumah beliau. Salah satunya waktu sungkem memperkenalkan diri kalau saya adalah wali kota Banjarmasin. Beliau langsung nangis, dan tidak menyampaikan apa-apa,” tuturnya.

“Mungkin beliau merasa terharu sehingga sampai menangis, pada intinya, bagi kita beliau adalah sosok yang sangat bersahaja,” tambah Wali Kota Banjarmasin dua periode itu.

Ibnu menilai, Almarhum Gubernur Said juga banyak sekali mempersembahkan hasil pembangunan, khususnya kepada Kota Banjarmasin.

Berita Lainnya
1 dari 1.495
loading...

“Karena banyak sekali hasil pembangunan yang dikerjakan di era kepemimpinan beliau di Banjarmasin ini,” imbuhnya.

“Makanya kita turut berduka dan merasa kehilangan dengan kabar duka ini,” pungkasnya.

Karena itu, Ibnu mengajak masyarakat memanjatkan doa untuk menghargai jasa beliau dalam pembangunan Kalsel.

“Semoga beliau husnul khotimah, mendapat rahmat dari Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan ketabahan atas kepulangan beliau menghadap sang kuasa,” tuntasnya.

Sebelumnya, diketahui Gubernur Said meninggal dunia pada usia 85 tahun di rumah duka, Jalan Duta Indah I No.12 Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Rabu (16/2) pukul 05.15 WIB pagi tadi

Berdasarkan informasi yang diterima Kalimantan Post, setelah disemayamkan di rumah duka, rencananya jenazah Muhammad Said akan dimakamkan di tanah kelahirannya, yakni Kalimantan Selatan.

Tepatnya, di Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang dipilih keluarga sebagai tempat persemayaman terakhir mantan orang nomor satu di Bumi Perjuangan Antasari ini.

Jika tak ada perubahan, jenazah beliau akan diterbangkan dari Jakarta menggunakan pesawat pada pukul 16.15 WIB menuju Bandara Landasan Ulin.

Kabar tersebut tentu menjadi duka mendalam bagi dunia pemerintah khususnya di Bumi Lambung Mangkurat.

Benar saja, mantan Gubernur kelahiran Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan itu merupakan putra terbaik banua, bahkan ia sempat menjadi anggota DPD RI periode 2004-2009 dengan perolehan suara 249.888 suara.

Gubernur ketujuh Kalsel yang merupakan lulusan Fakultas Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) ini banyak menghabiskan waktu untuk berkiprah bagi pembangunan di daerah. Salah satunya menjadi perintis pembangunan jalan yang menembuskan wilayah Kandangan, Kabupaten HSS, ke arah Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.

Pria yang pernah memegang jabatan tertinggi di Pemerintahan Provinsi Kalsel periode 1985-1995 ini meninggalkan empat orang anak, yakni Faisal Rizali, Laila Refiani, Dewi Damayanti yang kini menjadi anggota DPRD Kalsel, dan Melda Sari.

Almarhum juga merupakan mertua dari anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Gusti Farid Hasan Aman, yang juga putra mantan Gubernur Kalsel, H Hasan Aman. (Kin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya