Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Peningkatan Kasus Covid-19
Aditya Ikuti Arahan Presiden RI

×

Peningkatan Kasus Covid-19<br>Aditya Ikuti Arahan Presiden RI

Sebarkan artikel ini
hal10 3klmbjb1
ARAHAN – Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Arifin bersama Forkopimda mengikuti pengarahan Presiden Joko Widodo untuk penanganan lonjakan kasus Covid-19, Senin. (KP/devi)

Banjarbaru, KP – Wali Kota Banjarbaru, HM Aditya Mutfi Ariffin mengikuti arahan Presiden RI Joko Widodo untuk mengatasi peningkatan kasus Covid-19, bahkan diperkirakan menjadi fase ketiga pandemi dengan varian omicron.

Jokowi menyampaikan data-data capaian vaksin Covid-19 di Indonesia dan mempersilahkan kepada beberapa kepala daerah yang capaian vaksin di bawah 70 persen untuk menyampaikan kondisi di daerahnya dan upaya-upaya yang telah dilakukan.

Kalimantan Post

Hal tersebut merupakan pengarahan Presiden Ri terkait penanganan Covid-19 tahun 2022 yang diikuti seluruh gubernur, bupati dan walikota di Indonesia melalui virtual, Senin.

Jokowi menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan vaksin minimal 70 persen setiap daerah harus tercapai dan protokol Kesehatan harus terus dilaksanakan serta dilakukan pengawasan yang ketat terhadap aktivitas masyarakat.

“Saya memerintahkan kepada Kapolres, Dandim, Danrem, Pangdam serta Kapolda agar provinsi dan kabupaten/kota di bantu dalam hal percepatan vaksinasi karena ini menjadi kunci,” tegas Presiden RI Joko Widodo.

Wali Kota bersama Forkopimda dan instansi terkait mendengarkan arahan Presiden, karena pertemuan ini diadakan untuk percepatan penanganan Covid-19, yang kasusnya meningkat sejak awal 2022 lalu.

Bahkan Wali Kota bersama Forkopimda segera menindaklanjuti arahan tersebut, khususnya menekan lonjakan kasus Covid-19 dengan melakukan upaya pencegahan, salah satunya dengan dikeluarkannya Intruksi Forkopimda Kota Banjarmasin Nomor 180/2/KUM/2022 tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 mulai 1-14 Februari 2022.

Selain menerapkan PPKM level 2, juga percepatan vaksinasi, karena merupakan salah satu solusi terbaik untuk menekan lonjakan Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan yang harus dijaga dan diawasi.

Aditya mengakui, penerapan PPKM level 2 ini tentu ditentang berbagai pihak, namun dengan niat untuk melindungi masyarakat banyak, maka langkah ini harus diambil Pemko Banjarbaru.

Baca Juga :  Kartini Modern Banjarbaru Disebut Simbol Politik Perempuan

“Diingatkan lagi, kemaren karena landai, banyak yang abai protokol kesehatan dan banyak juga acara yang tanpa izin, menganggap sudah tidak ada lagi Covid-19,” kata Aditya.

Aditya meminta rumah sakit bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19, sedangkan kasus Covid-19 hingga Selasa (8/2) terdapat 135 kasus, yang sembuh ada 11 Orang dan yang meninggal ada 2 orang. (dev/K-7)

Iklan
Iklan