Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

2020, Bertekad Tanam Tiga Ribu Pohon

×

2020, Bertekad Tanam Tiga Ribu Pohon

Sebarkan artikel ini
Hal 10 3 Klm Tanam Pohon
TANAM POHON- Sekretaris Daerah (Sekda) Kuta Banjarmasin, Ikhsan Budiman, didampingi pegawai DLH Kota Banjarmasin saat menanam bibit pohon saat acara puncak HPSN yang dilaksanakan di PDU Benua Anyar. (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Tekad untuk menghijaukan kawasan perkotaan Banjarmasin dengan pepohonan rupanya tidak main-main. Pasalnya, program ini menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan Kota Seribu Sungai di tahun ini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono mengatakan, sekitar 3.250 bibit pohon lokal akan ditanam secara bertahap yang lokasinya sudah ditentukan

Kalimantan Post

Terutama di sepanjang tepian sungai-sungai yang ada di Kota Baiman ini.

Ia menjelaskan, selain mengurangi gas emisi, dan mempercantik tujuan penanaman ribuan pucuk pohon ini tidak lain juga bertujuan untuk memperkuat tebing sungai agar tidak terjadi abrasi atau longsor.

“Selain inisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kita juga mendengar masukan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk penguatan tebing. Utamanya bibit pohon bambu,” ucapnya.

Sebelumnya, penanaman ini diawali dengan simbolis penanaman bibit pohon buah lokal oleh Wali Kota, Ibnu Sina, di area Pusat Daur Ulang (PDU) yang berlokasi di jalan Benua Anyar, saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022, Sabtu (05/3) kemarin.

Bukan tanpa alasan, Wahyu mengakui, kejadian longsor atau abrasi di beberapa kawasan pinggir sungai sering terjadi di Banjarmasin, hingga akhirnya mengganggu aktivitas penduduk setempat.

Ambil contoh salah satunya di kawasan Simpang Pengambangan, Banjarmasin Timur, yang mana warganya bertahun-tahun merasakan dampaknya.

“Semoga upaya ini bisa membuat memperkuat siring sungai agar tidak terjadi longsor atau abrasi,” harapnya.Lantas dimana saja titik penanaman yang menjadi prioritas DLH?

Terkait hal itu, Wahyu mengaku bahwa akan berkoordinasi dengan komunitas lingkungan Maharagu Sungai untuk lokasi penanamannya.

Selain itu, pihaknya juga sempat terkendala dengan ketersediaan bibit pohon lokal dalam menjalankan program penanaman di pinggiran sungai ini.”Sempat ada kesulitan dengan bibit pohon. Tapi sekarang kita sudah temukan. Anggarannya untuk program ini sekitar ratusan juta,” jelasnya.

Baca Juga :  Hj Neli Listriani Resmikan Mobil Pintar, Jemput Pendidikan Anak

Karena itu, jenis pohon yang akan disebar untuk di tanam di lokasi penanaman nantinya tidak hanya menanam pohon jenis mangrove. Namun juga ada jenis pohon langka.

“Jenis bibit pohon lokal lainnya yang hampir langka juga akan kita tanam di pinggir sungai untuk menjaga kelestariannya. Seperti bibit pohon rambai, ramania, kasturi dan ulin,” pungkasnya.

Lebih jauh, Wahyu menjelaskan, berangkat dari tema yang diangkat pada peringatan HPSN 2022, pihaknya juga memfokuskan di permasalahan lain. Yaitu Pengelolaan sampah.

“Tema kita tahun ini Kelola Sampah, Kurangi Emisi dan Bangun Proklim,” tambahnya.

Pihaknya mengaku, sedang berupaya mengurangi tumpukan sampah yang ada di Tempat Penampungan Sementara (TPS), dengan cara menggiatkan program surung sintak.”Masyarakat menyurung (sampah) lewat paman gerobak, kita menyintak (sampah),” paparnya.

Ia pun lantas berharap, agar RT di seluruh wilayah bisa bekerja sama dengan paman gerobak untuk menjalankan program surung sintak.

Lalu, pihaknya akan menjalin kesepakatan dengan kelurahan, untuk mengambil sampah-sampah yang dibawa paman gerobak pada malam dan titik tertentu menggunakan truk konvektor.

“Minimal 15 paman gerobak. Karena satu truk itu kita bisa mengangkut hingga 7 ton sampah,” tuntas Wahyu. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan