Kotabaru, KP – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Sebuku menyelenggarakan kegiatan kunjungan media ke lokasi-lokasi Program Pengembangan Masyarakat (PPM) di wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, pekan tadi.
Kegiatan kunjungan media merupakan bagian dari Program Bersama Komunikasi Media tahun 2022 SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi dengan KKKS wilayah kerja Kalimantan dan Sulawesi yang bertujuan untuk memberikan pemaparan dan pemahaman, terkait manfaat dari keberadaan industri hulu migas bagi masyarakat.
Para awak media diajak untuk melihat langsung kegiatan PPM yang dilakukan Mubadala Petroleum di wilayah Kotabaru tepatnya di Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Laut Sigam.
Program yang telah dilakukan antara lain pembinaan UMKM Hilir Muara Cinta Bumi (HMCB) yang memiliki fokus usaha pengolahahan makanan berbasis ikan seperti bakso ikan, keripik dan amplang serta kerajinan tangan (craft) yang diolah dari limbah atau sampah.
Bentuk dukungan yang diberikan oleh Mubadala Petroleum antara lain adalah memberikan pelatihan kewirausahaan terkait pengelolaan sampah hingga pembentukan bank sampah, serta pelatihan pengolahan pangan berbasis ikan dan pengurusan perizinan usaha tata boga, untuk memperkuat nilai ekonomi produk yang dihasilkan. (and/K-6)
Untuk mendukung usaha kerajinan berbasis limbah, Mubadala Petroleum juga membantu masyarakat Desa Hilir Muara membentuk Bank Sampah sebagai salah satu aksi nyata kepedulian pada lingkungan sekitar, dimana dari sampah yang dikumpulkan masih bernilai jual dan sebagian lagi menjadi bahan baku bagi kerajinan tangan yang produk mendatangkan penghasilan tambahan bagi masyarakat. Inisiatif berwawasan lingkungan juga dilakukan Mubadala Petroleum dengan rutin menyelenggarakan pelatihan keanekaragaman hayati (biodiversity) seperti pelatihan Tanaman Hidroponik dan Vertiminaponik. Selain untuk membangun lingkungan desa yang asri, program ini juga diharapkan dapat mendukung masyarakat Desa Hilir Muara menjadi mandiri dengan menanam tanaman yang merupakan bahan makanan pokok hingga dapat menjual hasil tanam berbasis rumahan sehingga menjadi pemasukan baru yang selaras dengan nilai-nilai Sustainaibility Development Goals (SDGs).
Di samping itu, awak media juga diajak untuk melihat langsung Program Anti Stunting yang dilakukan Mubadala Petroleum di Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara. Bentuk program yang dilakukan adalah memberikan bantuan penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak usia 3-7 tahun yang menderita gizi buruk selama 3 bulan. Hingga kini, semua anak yang mendapatkan bantuan telah dinyatakan keluar dari kategori stunting.
External Relations & Communications Manager Mubadala Petroleum Indonesia, Arie Nauvel Iskandar mengatakan, “Berbagai kegiatan PPM yang dilakukan secara bersama-sama Mubadala Petroleum dengan masyarakat desa merupakan upaya kolaboratif dalam memberikan manfaat yang berkelanjutan dari kehadiran kami sebagai pelaku usaha industri hulu migas bagi masyarakat sekitar wilayah kerja. Dukungan dari masyarakat dan pemangku kepentingan tentunya akan mendukung kelancaran kegiatan operasi kami khususnya bagi Lapangan Gas Ruby di Selat Makassar.” katanya.
Sementara Manajer Senior Humas SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, Wisnu Wardhana mengatakan bahwa ” Ditengah gencarnya dorongan penggunaan energi terbarukan membuat industri hulu migas dianggap, unset industry, sehingga diperlukan pemahaman bersama bahwa industri hulu migas masih menjadi industri penopang dalam proses transisi energi. Dalam kegiatan usahanya, KKKS senantiasa melakukan upaya yang berkelanjutan, khususnya dengan perhatian yang tinggi kepada lingkungan dan tentunya memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja. Kami mengajak media untuk turut serta dalam upaya menyebarluaskan informasi yang positif terkait keberadaan industri hulu migas dan manfaatnya bagi masyarakat.”, ujar Wisnu. (And/K-6)















