Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Berkembangnya Festival Budaya Bisa Tarik Kedatangan Wisata

×

Berkembangnya Festival Budaya Bisa Tarik Kedatangan Wisata

Sebarkan artikel ini
8 4klm 2
FESTIVAL BUDAYA – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Firman Yusi saat menghadiri Festival Budaya Dayak Deah di Desa Pangelak, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Sabtu (10/9) lalu. (KP/Istimewa)

Untuk memeriahkannya, secara khusus pada 2022, festival ini juga menghadirkan pertunjukan tamu khusus dari Suku Mandar, Sulawesi Barat dan bintang tamu spesial musisi bernama Uyau Moris yang memainkan alat musik khas Dayak Kenyah, Sampe.

BANJARMASIN, KP – Ibukota Negara (IKN) baru di Kaltim menjadi peluang bagi berkembangnya festival budaya, terutama yang berada di Kabupaten Tabalong, seperti Festival Budaya Dayak Deah.

Kalimantan Post

“IKN jadi peluang berkembangnya festival budaya di daerah sekitarnya yang berdekatan dengan Kaltim,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Firman Yusi kepada wartawan, kemarin, di Banjarmasin.

Hal tersebut diungkapkannya kepada wartawan, usai menghadiri Festival Budaya Dayak Deah di Desa Pangelak, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong yang dilaksanakan pada Sabtu (10/9) lalu.

Firman Yusi mengungkapkan optimis terhadap masyarakat adat, khususnya dari kalangan muda, terus berinovasi untuk mengemas festival budaya tradisi.

“Agar festival budaya ini akan terus berkembang menjadi salah satu penarik wisata,” tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Festival ini sendiri merupakan pengembangan dari kegiatan Gelar Budaya Dayak Deah Kampung Sepuluh, yang sudah rutin dilaksanakan di Kecamatan Upau.

“Karenanya, hadir disini sekaligus bernostalgia dengan masyarakat Dayak Deah,” ujar Firman, yang sebelumnya menjadi fasilitator festival budaya tersebut.

Festival yang dibuka Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tabalong, Rahadian Noor mewakili Bupati Tabalong ini diselenggarakan selama dua hari dengan menyajikan berbagai pertunjukan seni khas Dayak Deah.

Untuk memeriahkannya, secara khusus pada 2022, festival ini juga menghadirkan pertunjukan tamu khusus dari Suku Mandar, Sulawesi Barat dan bintang tamu spesial musisi bernama Uyau Moris yang memainkan alat musik khas Dayak Kenyah, Sampe.

Bupati Tabalong mengapresiasi kegiatan bernuansa budaya lokal tradisional ini, mengingat masyarakat Dayak Deah adalah milik Kabupaten Tabalong, milik Kalsel, sekaligus juga bagian dari identitas bangsa Indonesia.

Baca Juga :  PT Bangun Banua Paparkan Tantangan Hukum dan Peluang Bisnis, Tegaskan Komitmen Jaga Aset Daerah

“Ini bukan sekedar pengakuan, tetapi merupakan penghargaan dan penghormatan terhadap eksistensi Masyarakat Dayak Deah dengan beragam seni dan budaya,” tambahnya.

Untuik itu, Pemkab Tabalong tentunya sangat mendukung dan ke depan akan terus membuat agenda-agenda besar bernuansa seni dan budaya, dengan sinergitas semua pemangku kepentingan untuk merumuskan program-program besar dalam rangka mengangkat harkat dan martabat budaya lokal.

“Fasilitas, sarana dan prasarana untuk mengangkat harkat dan martabat seni dan budaya lokal tersebut akan segera kita bangun,” tambahnya.

Hal ini dilakukan agar masyarakat Tabalong yang sudah sekian lama ingin menunjukkan kepada dunia, bisa mencapai kemajuan dan kemakmuran dengan mengandalkan kekayaan seni dan budaya. (lyn/K-1)

Iklan
Iklan