Banjarmasin, KP – Masih banyaknya guru di Kota Banjarmasin yang belum memahami penggunaan Teknologi Informasi (TI) alias gagap teknologi atau gaptek dalam proses belajar mengajar di Kota Banjarmasin diakui oleh pemerintah setempat dan menjadi PR tersendiri untuk Segera dituntaskan.
Pasalnya, kondisi itu berdampak pada sulitnya untuk memberlakukan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) secara mandiri di sekolah kepada siswa. Baik jenjang SD maupun SMP.
“Kita memaklumi karena usia guru-guru kita yang di 45 ke atas dan masih ada guru yang enggan menggunakan teknologi yang ada di smartphonenya,” ucap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Nuryadi kepada wartawan, Kamis (3/11) siang usai pembukaan sosialisasi IKM di aula rektorat ULM Banjarmasin.
Menurut Nuryadi, hal tersebut menyebabkan hasil penilaian oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) dianggap masih kurang untuk pengisian yang dilakukan oleh sekolah.
Maka dari itu, perlu melakukan pelatihan kepada guru-guru. Namun tak dipungkirinya secara khusus pendidikan teknologi terbatas, sehingga itu perlu ada suatu gebrakan sosialisasi yang harus dilakukan pada para guru.
“Salah satunya tadi kita melakukan kerja sama dengan Prodi Teknologi Pendidikan ULM gebyarnya mengadakan workshop dan lainnya,” terangnya.
Ia mengatakan sosialisasi tidak hanya monoton saja. Tapi nantinya harus ada pendampingan langsung ke sekolah-sekolah.
Di samping itu, diakuinya sekarang ini hanya ada 25 SMP di Kota Banjarmasin yang sudah menerapkan IKM. Sedangkan SD ada sekitar 35.
Sementara itu, sekitar 40 SD penggerak yang ada di Kota Banjarmasin sudah menerapkan IKM yang memang sebagai pilot projec.
Diketahui sebelumnya, adanya kuota untuk sekolah penerapan IKM yang telah ditentukan dari Kemdikbud pada sekolah di tiap daerah.
Selain itu, IKM sendiri terbagi dari tiga yaitu Mandiri Belajar, Mandiri Berubah dan Mandiri Berbagi.
Karena itulah Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin bekerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus berupaya melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).
Kali ini bimtek tersebut diberikan kepada Pengawas, Kepala Sekolah, Waka Kurikulum dan Operator Dapodik SMP dan SD Negeri/Swasta, bertempat di Gedung Rektorat ruang rapat senat Lt.3, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin
Wali kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku sangat berterimakasih kepada seluruh pihak terkhusus Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin dan Universitas Lambung Mangkurat yang telah bekerjasama sehingga terselenggaranya acara Bimtek tersebut yang digelar selama 3 hari.
“Mudah-mudahan 3 hari ini betul-betul bisa meningkatkan kompetensi mereka sehingga guru-guru punya keahlian skill untuk teknologi pendidikan karena sudah saatnya sekarang pendidikan itu harus berbasis teknologi,” ucap H Ibnu Sina.
Menurutnya, dampak dari pandemi Covid-19 sangatlah berpengaruh terhadap dunia pendidikan yang mana Guru harus dituntut menguasai Teknologi dalam bidang Pendidikan. Maka dari itu, semoga dengan adanya Bimtek tersebut diharapkan tidak ada lagi Guru-guru yang Gagap Teknologi.
“Kita merasakan bagaimana pandemi itu betul-betul memukul dunia pendidikan dan mudah-mudahan dengan pengalaman pandemi kemarin tidak ada lagi guru-guru Gagap teknologi (Gaptek) yang tidak bisa mengikuti pembelajaran baik secara offline ataupun berbasis online,” harapnya.
Sementara itu, Prof. Dr Ahmad mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergitas kolaborasi Pentahelix ABCGM Pemerintah Kota Banjarmasin yang melibatkan para Akademisi dan pihaknya mengucapkan terimakasih karena telah diberikan atensi kerjasama dalam hal membangun pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Banjarmasin.
“Kita berharap bahwa apa yang kita laksanakan selama ini kedepannya semakin dapat ditingkatkan dalam rangka memperbaiki kualitas pendidikan di Kota Banjarmasin,” tutupnya. (Kin/K-3)















