Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
KALTENGPalangka Raya

Jamaah Haji Asal Kalteng Meninggal di Madinah, JCH Diminta Minum Ini Secara Teratur

×

Jamaah Haji Asal Kalteng Meninggal di Madinah, JCH Diminta Minum Ini Secara Teratur

Sebarkan artikel ini
Seorang jamaah haji asal Kalteng meninggal di Madinah. (kalimantanpost.com/Antara)

PALANGKA RAYA, kalimantanpost.com – Jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Banjarmasin (BDJ) asal Kabupaten Barito Utara (Barut), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) atas nama Abdullah Karim Jumri meninggal dunia di rumah sakit di Madinah, Arab Saudi.

“Almarhum meninggal di rumah sakit Madinah pada Minggu (11/6) pukul 13.00 waktu setempat,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Kalteng, Noor Fahmi melalui pernyataan yang diterima di Palangka Raya, Senin (12/6/2023).

Abdullah Karim meninggal saat menunaikan haji, akibat faktor kesehatan yang mengalami penurunan.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dan Certificate of Death (COD) yang dirilis Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Abdullah Karim Jumri yang berusia 68 tahun, wafat karena serangan jantung.

Untuk keluarga di Tanah Air, Kanwil Kemenag Kalteng juga meminta dapat bersabar dan ikhlas menerima ketetapan dan takdir serta yakin almarhum mendapat tempat terbaik karena gugur saat melaksanakan rukun Islam kelima.

“Semoga almarhum diampuni segala kesalahannya, juga menjadi pengingat kepada kita, untuk selalu menjaga kesehatan,” kata Noor Fahmi.

Di sisi lain, Kanwil Kemenag Kalteng juga meminta jamaah calon haji (JCH) asal provinsi setempat menjaga kesehatan jasmani dan rohani selama melaksanakan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.

Kesehatan fisik dan mental merupakan faktor penting penunjang ibadah. Apalagi ibadah haji memiliki beberapa rangkaian ibadah wajib dan sunah yang memerlukan kondisi fisik dan kesehatan jiwa prima.

Maka para jamaah juga harus memperbanyak konsumsi vitamin termasuk buah-buahan dan sayur serta minum air secara cukup agar tidak kekurangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi.
selama berada di Arab Saudi, para jamaah juga diminta selalu mengikuti anjuran dan arahan petugas. Jika ada pertanyaan atau ketidaktahuan, jamaah juga diminta untuk segera berkoordinasi dan berkomunikasi dengan petugas.

Baca Juga:  Pemkab Bartim Usulkan Pembangunan RS Pratama ke Kemenkes RI

Yang tidak kalah penting, selalu makan makanan yang bergizi dan buah dalam jumlah cukup, perbanyak minum serta kurangi kegiatan yang tidak langsung menunjang ibadah, seperti banyak belanja, jalan-jalan dan membawa bawaan yang berat.

Kondisi tersebut harus diperhatikan para jamaah karena pada Juni ini, suhu udara di Arab Saudi cukup panas karena saat ini memasuki musim panas.

Sementara itu, Kementerian Agama meminta petugas haji untuk memastikan jamaah lanjut usia (lansia) meminum obat secara teratur sesuai dosis, guna menjaga kondisi kesehatannya jelang puncak haji.

“Petugas memastikan lansia dapat meminum obat sesuai dosis dan tepat waktu dan harus memastikan jamaah lansia dapat beristirahat dengan cukup,” ujar Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat Dodo Murtado di Jakarta, Senin.

Dodo mengatakan sejumlah prinsip-prinsip yang mesti dipedomani oleh para petugas haji, kepala rombongan, dan kepala regu dalam melayani jamaah calon haji lansia.

Petugas haji harus memastikan jamaah lansia mendapatkan pendampingan. Panitia sudah menyiapkan pendamping lansia, baik di kamar maupun di luar kamar dalam lingkungan hotel.

Kemudian, Dodo mengatakan, petugas juga harus memastikan lansia mendapatkan asupan gizi masakan dan minuman yang cukup. Petugas mesti memonitor dan membantu lansia agar dapat makan dan minum sesuai dengan waktunya (sarapan, makan siang, dan makan malam).

“Petugas harus menjaga kondusifitas lingkungan kamar agar jamaah lansia dapat beristirahat,” kata dia.

Selain petugas, kata Dodo, keikutsertaan dan kepedulian jamaah lain, khususnya jamaah yang lebih muda dan sehat, diharapkan untuk sama-sama menjaga dan memperhatikan lansia.

Di sisi lain, Kementerian Agama telah meluncurkan kanal pengaduan bagi jamaah calon haji yang diberi nama “Jemaah Lapor Gusmen”.

Baca Juga:  Bangunan RSUD Wing B Terus Dipercepat

Kanal tersebut bertujuan untuk memudahkan para peserta ibadah haji lansia menyampaikan permasalahannya selama menjalani prosesi ibadah haji di Arab Saudi

“Kanal pengaduan jamaah dapat diakses melalui aplikasi PUSAKA Superapps atau https://laporhajigusmen.kemenag.go.id/. Laporan yang masuk akan dimonitor langsung oleh Menteri Agama,” ujar dia. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan