Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

Titik Kebakaran Lahan Bertambah, Diduga Ada Unsur Kesengajaan

×

Titik Kebakaran Lahan Bertambah, Diduga Ada Unsur Kesengajaan

Sebarkan artikel ini
hAL 10. 3 klM Kebakaran
KEBAKARAN LAHAN- Kebakaran lahan di Kota Banjarmasin semakin sering terjadi, hingga mencapai 21 titik dengan luas 2,26 ha. (KP/Mardiyanto)

Kebakaran lahan di Banjarmasin umumnya terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Banjar dan Barito Kuala, lokasi ini berada pada 3 kecamatan

BANJARMASIN, KP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin menyebutkan jumlah titik kebakaran lahan cenderung bertambah.

Kalimantan Post

Luas lahan yang terbakar pada 17 Agustus 2023 lalu mencapai 17 titik, dengan luas lahan yang terbakar sebesar 0,75 hektar.

Namun, luas lahan yang terbakar meningkat hingga 30 Agustus 2023 mencapai 21 titik, dengan luas lahan terbakar sebesar 2,26 hektar.

Peningkatan luasan lahan yang terbakar disumbang dari kebakaran lahan yang terjadi di wilayah sekitar Sungai Andai dengan luas sekitar 1,5 hektar.

Kebakaran lahan di Kota Banjarmasin umumnya terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Banjar dan Barito Kuala, lokasi ini berada pada 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Banjarmasin Selatan di kelurahan Tanjung Pagar, kelurahan Mantuil dan kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Timur di kelurahan Sungai Lulut serta Kecamatan Banjarmasin Utara di kelurahan Sungai Andai.

Kepala BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin mengatakan sebagian besar penyebab kebakaran lahan akibat pembangkaran sampah.

“Karena membakar sampah tanpa diawasi, akhirnya api dari pembakaran sampah merembet ke semak belukar yang kering disekitarnya sehingga terjadi kebakaran lahan” kata Husni Thamrin.

Namun, pihaknya juga menemukan indikasi pembakaran lahan yang diduga dilakukan secara sengaja, baik untuk pembukaan lahan atau pembangunan perumahan.

“Indikasi ini perlu pengkajian dan pembuktian dari pihak kepolisian” tutur Husni Thambrin.

Disebutnya dugaan ini muncul setelah dari lokasi kebakaran lahan ditemukan benda-benda yang mencurigakan seperti mancis (korek api) yang tertinggal hingga keterangan warga ada orang yang terburu-buru meninggalkan lokasi kebakaran lahan.

Sementara, Kota Banjarmasin masih menerapkan status Siaga Bencana Asap dan belum berencana untuk meningkatkan status menjadi Darurat Bencana Asap, walaupun kabut asap mulai terasa di pagi dan sore hari.

Baca Juga :  Peran Strategis Kuasa Hukum dalam Perkara PKPU dan Kepailitan Semakin Krusial

Pertimbangannya adalah bencana kabut asap dan kebakaran lahan belum memberikan dampak yang luas kepada warga Kota Banjarmasin.

Status Siaga diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan SKPD dan masyarakan untuk melakukan pencegahan dan semakin meluasnya kebakaran lahan. (mar/K-3)

Iklan
Iklan