Aplikasi Berdasi Diluncurkan Dit Resnarkoba Polda Kalsel

BANJARMASIN – Tekat mempercepat penyelidik dan penyidik dalam pengungkapan kasus narkotika, Direktorat Reserse Narkoba Kepolsian Daerah Kalimantan Selartan (Dit Resnarkoba Polda Kalsel) meluncurkan Aplikasi Berdasi (Bekerja Dengan Data Terintegrasi) di Hotel Banjarmasin Internasional, Rabu (22/11/2023).

Aplikasi yang sudah memiliki 8.000 lebih database penyalahguna narkotika sejak tahun 2017 hingga 2023, sekarang sudah bisa digunakan anggota Polisi di Ditresnarkoba Polda Kalsel hingga ke satuan wilayah untuk melakukan profilling, mapping, analisa data dan pengembangan jaringan narkoba secara cepat dan tepat.

Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Kelana Jaya menyampaikan, aplikasi berbasis teknologi ini merupakan terobosan yang baik dan sangat luar biasa, dia berharap semua anggota mendukung, karena aplikasi ini turut membantu program Kapolda dan sejalan dengan apa yang disampaikan Presiden RI Jokowi Widodo.

“Terimakasih saya sampaikan Kasubdit II Dit Resnarkoba Polda Kalsel, AKBP Zaenal Arifien yang telah menginisiasi pembuatan Aplikasi Berdasi ini,” paparnya.

Berita Lainnya

Gunung Gamalama Alami 14 Kali Gempa Vulkanik

1 dari 3,073

Terlebih sekarang sudah era 4.0 (Four Point Zero) bahkan 5.0 (Five Point Zero), Ditresnarkoba Polda Kalsel harus berani mengikuti dan berubah. Gunakan ide dan pemikiran untuk berkembang dan maju, agar nantinya bermanfaat bagi orang lain.

“Database harus kita miliki dalam sebuah sistem yang tidak terpengaruh disaster (bencana) dan perubahan orang, siapapun bisa berganti di Ditresnarkoba Polda Kalsel, tapi database harus tetap dimiliki dan digunakan kapanpun, salah satu database yang sudah di input adalah gembong narkotika internasioanal Fredy Pratama,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel AKBP Zaenal Arifien mengatakan, database yang selama ini dimiliki hanya angka-angka saja, agar data tersebut terintegrasi maka kita rumuskan dengan database yang komprehensif, agar bisa digunakan anggota d ilapangan untuk ke genangan kasus.

“Aplikasi ini nantinya akan dipakai seterusnya, sekarang dalam aplikasi sudah ada 8.000 lebih dari 12.000 data pelaku narkotika, data itu di input dari tahun 2017 hingga 2023, semoga aplikasi ini bisa bermanfaat,” tutupnya

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya