Iklan
Iklan
Iklan
HEADLINE

“Dibungkus Kain Seperti Telur Dadar” Pengakuan Ibu Bayi atas dugaan Malapratik di RS

×

“Dibungkus Kain Seperti Telur Dadar” Pengakuan Ibu Bayi atas dugaan Malapratik di RS

Sebarkan artikel ini

Banjarmasin, KP “Dibungkus menggunakan kain warna hijau seperti telur dadar,”. Inilah pengakuan MS, korban malapratik saat ditemui awak media di rumahnya Jalan Keramat Basirih Banjarmasin Barat, Jum’at (26/4).

MS didampingi ayahnya H Norman, mengatakan, memang Minggu dinihari (14/4), sekitar pukul 03.00 WITA, saat itu tetumban sudah pecah.

“Lalu saya dibawa suami menggunakan sepeda motor le Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah Banjatmasin.

Karena dirinya setiap bulan periksa disana, sesampainya di RS Sultan Suriansyah Banjarmasin, saat itu memang benar ruangan penuh, lalu saya dengan suami dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin,” ucapnya.

Sesampainya di RSUD Ulin Banjarmasin, disana katanya para perawat dan dokter sudah ada dan dirinya siap untuk melahirkan.

“Bilang para dokter bahwa anak yang ada di perut saya dalam keadaan sunsang, tanpa memberikan izin kepada suami maupun keluarga, kemudian para dokter langsung memberikan tindakan,” ucapnya.

Ia katakan, di sana para dokter sempat berkata melahirkan secara normal saja, tanpa melakukan operasi kakinya sudah keluar.

“Padahal anak saya yang di dalam keadaan sunsang dan jantungnya pun masih hidup, saat melahirkan hanya dihadiri suami di dalam ruangan IGD RSUD Ulin Banjarmasin,” ucapnya.

“Saya sempat disuruh mahajan (mengejan) atau proses mendorong bayi keluar menuju jalan lahir)) saat intraksi nantinya.

Saat keluar hanya tubuhnya dan kepalanya masih ada di dalam perut.

Melihat kepala anak terlepas di dalam perut, sang suami langsung disuruh keluar dari ruangan,” tututurnya.

Diungkapkan, untuk mengambil kepalanya para dokter awalnya tak bisa, dan baru menggunakan vakum, keluar.

Dirinya, sempat satu hari di rawat di rumah sakit , baru disuruh pulang.

Sekitar empat hari pasca melahirkan dirinya baru melaporkan kejadian  ke Mapolresta Banjarmasin

Baca Juga:  Perwakilan Kontingen 9 Negara Menerima Kitab Sabilal Muhtadin, Hari Kedua MTQ, Qori Internasional dan Nasional Tampil di Panggung Utama

“Setelah visum saya disuruh menjalani perawatan di RS Bhayangjara, karena jahitannya teberubut (robek),” tutupnya.

Sebelumnya menurut Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Thomas Afrian bahwa pihaknya sudah menerima laporan polisi dari keluarga korban terkait dugaan tindak pidana malapraktik.

“Dugaan malapraktik dari korban yang mau melahirkan di rumah sakit tersebut, kondisi bayi sungsang namun tetap dilakukan prosesi persalinan dengan normal,” jelas Kasat Kamis (29/4).

Ia mengungkapkan pihaknya dari Sat Reskrim Polresta Banjarmasin membentuk tim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Dimana, ada beberapa saksi sudah kita ambil keterangan,namun demikian kita juga sambil running (jalan), sambil marathon mengambil keterangan baik dari pihak rumah sakit dan dokter dokter yang ada pada kejadian tersebut,” tambahnya. (fik/K-2)

Iklan
Iklan