Iklan
Iklan
Iklan
MartapuraTRI BANJAR

Perkawinan Anak Tinggi, Edukasi Sasar SD-SMP

×

Perkawinan Anak Tinggi, Edukasi Sasar SD-SMP

Sebarkan artikel ini
RAKOR PUSPAGA - Rakor Puspaga yang dibuka Ketua TP PKK Nurgita Tiyas. (KP/Wawan)

Martapura, KP – Rapat koordinasi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang diprakarsai Pemkab Banjar melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) digelar di Aula Baiman Kantor Bappedalitbang, Senin (22/04/2024).

Rakor dibuka Ketua TP PKK Hj Nurgita Tiyas didampingi Kadis Sosial P3AP2KB Dian Marliana dan Ketua Pengadilan Agama Martapura Kelas 1 B M Radhia Wardana. Dimoderatori Kabid PPPA Merilu Ripner, dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra H Masruri, Kepala SKPD terkait, Camat, Pambakal dan Kepala KUA Kecamatan Martapura, Astambul dan Pengaron.

Nurgita Tiyas mengatakan, dari hasil rakor ada beberapa identifikasi terkait perkawinan anak di Kabupaten Banjar. Dirinya sepakat, melalui hulu hingga hilir, akan mengupas habis permasalahan tersebut, salah satunya edukasi pada calon pengantin.

“Insya Allah, mudah-mudahan kedepan ini menjadi langkah konkrit yang dapat dijalankan semua pihak dan dibantu seluruh guru bimbingan konseling di daerah serta sinergitas rekan-rekan aparat penegak hukum, seperti Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), agar dapat menjadi kerangka acuan kita menurunkan angka perkawinan anak,” ungkapnya.

Sasaran edukasi, lanjut Nurgita, menyasar anak SD kelas 6 hingga SMP kelas 9. Menurutnya, Puspaga menjadi pusat pembelajaran keluarga yang sangat strategis, juga berkoordinasi dengan kader-kader organisasi lainnya sebagai mentor dan teladan bagi putra putri di Kabupaten Banjar.

Dian Marliana menambahkan, data Kantor Pengadilan Agama Martapura pada akhir 2023, perkawinan anak usia dini tertinggi, yakni Kecamatan Martapura, Astambul dan Pengaron.

“Oleh karena itu, hari ini tiga Kecamatan tersebut kami undang, dari Camat, Ketua PKK setempat, Kepala KUA hingga Kadesnya,” bebernya.

Pemicunya, menurut Dian, karena banyaknya anak di tiga kecamatan tersebut yang putus sekolah, sehingga dikawinkan orang tuanya.

Baca Juga:  Siap Hadapi Tantangan, Wirausaha Muda Gelar Seminar Nasional

“Tahun ini rencananya kami melakukan sosialisasi dan pembinaan pada Puspaga di desa dan kelurahan,” imbuhnya.

Diketahui, Puspaga Kabupaten terbentuk sejak 2021, sedang Puspaga desa dan kelurahan baru saja dibentuk 2023 lalu yang dicanangkan Bupati Saidi Mansyur. (Wan/K-3)

foto : RAKOR PUSPAGA – Rakor Puspaga yang dibuka Ketua TP PKK Nurgita Tiyas.

Iklan
Iklan