Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HUKUM & PERISTIWA

Arbainsyah Diganjar Setahun Penjara dalam Kasus Membangun Kubah Orang Tuanya

×

Arbainsyah Diganjar Setahun Penjara dalam Kasus Membangun Kubah Orang Tuanya

Sebarkan artikel ini
Terdakwa Arbainsyah diganjar setahun penjara oleh majelis hakim yang dipimpin hakim Jamser Simanjuntak pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Rabu (12/6/2024). (Kalimantanpost.com/hid)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Terdakwa Arbainsyah diganjar setahun penjara oleh majelis hakim yang dipimpin hakim Jamser Simanjuntak dalam kasus membangun kubah orang tuanya dengan menggunakan dana hibah

Selain pidana penjara terdakwa, majelis pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Rabu (12/6/2024) juga memvonis pidana denda sebesar Rp50 juta subsider selama sebulan kurungan, sedangkan uang pengganti ditiadakan karena terdakwa melalui kuasa hukum Ernawati sudah menitipkan kerugian negara tersebut di hadapan majelis kepada Jaksa Penuntut Umum.

Majelis sependapat dengan JPU kalau terdakwa bersalah melanggar pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pada sidang terdahulu Jaksa Penuntut Umum JPU) Muhatiad Indra dari Kejaksaan Negeri Balangan, menuntut terdakwa 15 bulan. Selain itu terdakwa juga dibebani membayar denda Rp50 juta subsidair tiga bulan kurungan, sementara uang pengganti karena sudah dititipkan tidak dicantumkan.

Seperti diketahui, terdakwa Arbainsyah yang mendapat dana hibah dari Pemkab Balangan untuk membangun kubah orang tuanya selaku tokoh masyarakat di desanya.

Terdakwa Arbainsyah dalam perkara membangun kubah untuk orang tuanya yang merupakan tokoh masyarakat di desa Lajar Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan yang beranama Adul mantan Kepala Desa beberapa tahun lalu, dengan menggunakan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Balangan senilai Rp200 juta.

Menurut dakwaan, terdakwa bersama keluarga membangun kubah dimaksud tetapi waktu, penyidikan tidak dapat menyelesaikannya, sehingga terdapat unsur kerugian negara yang mencapai Rp115 juta lebih.

Sementara laporan pertanggungjawabannya menurut JPU fiktif.
Awal dari pengajuan proposal tersebut ketika sekitar bulan Oktober 2021 terdakwa menghadiri kegiatan warung amal di Masjid Istiglal di Desa Lajar Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan yang juga dihadiri oleh Bupati Balangan.

Baca Juga:  Pria Bertato Ditemukan Meninggal Dunia

Dikegiatan tersebut, Bupati Balangan menyampaikan adanya program pemberian hibah berupa uang dari Pemerintah Kabupaten Balangan untuk kegiatan keagamaan pada Tahun Anggaran 2022 dan menyampaikan kepada kelompok masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan tersebut untuk mengajukan Proposal Permohonan Bantuan Dana Hibah ke
Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan. Mendengar apa vang telah disampaikan oleh Bupati Balangan, terdakwa merasa tertarik untuk mengikuti program dimaksud.(hid/KPO-3)

Iklan
Iklan