Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE

Ribuan Hektare Lahan Tidur TNI

×

Ribuan Hektare Lahan Tidur TNI

Sebarkan artikel ini

Banjarbaru, KP – Lahan pertanian yang dimiliki Kodim 1006/Banjar punya potensi yang cukup besar.

Dari 2 ribuan hektare lahan di Mako Yonif 623/Bhakti Wira Utama, seribuan lebih di antaranya masih berstatus lahan tidur alias belum tergarap.

Dari luasan lahan 2.487 hektar, 901,91 hektar di antaranya digunakan untuk Mako Yonif 623/Bhakti Wira Utama.

Seluas 66 hektar lahan telah dikelola untuk berbagai jenis tanaman, seperti padi jenis siam, singkong jenis adira-1, dan kopi jenis liberica.

Sementara seluas 1.519,09 hektare lahan lainnya masih tak tergarap.

Melihat potensi besar yang masih ada, Korem 101/Antasari berinisiatif menggandeng mitra usaha tani profesional. Kolaborasi pengelolaan 1.200 hektar lahan.

Fokus pada perkebunan jagung direncanakan seluas 800 hekter, budi daya ternak sapi yang dalam tahap awal direncanakan 100-200 ekor, dan area pengembangan pakan ternak seluas 23 hekter, budi daya holtikultura serta budi daya ternak ikan patin dan nila dengan media bioflog seluas 10 hekter.

Sinergi diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan, membuka lapangan kerja, dan mewujudkan kemandirian ekonomi bagi masyarakat di wilayah Kodim 1006 Banjar.

Mengingat pentingnya penangan pertanian, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengingatkan seluruh jajaran TNI AD dan masyarakat tentang ancaman El Nino yang akan segera datang. Ia menegaskan El Nino kali ini diperkirakan akan berlangsung cukup panjang dan lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“El Nino dan kemarau panjang akan segera tiba.

Bahkan kemarin saja kita sudah cukup kewalahan menghadapi situasi yang ada. Kali ini diperkirakan akan lebih parah,” ujar Jenderal Maruli, di Bukit Petruk, Jalan PM Noor Sungai Ulin, Kota Banjarbaru pada Sabtu (8/6).

Baca Juga:  Paman Birin Tinjau Proyek Jalan Alternatif Banjarbaru-Batulicin Akhir Juli Semua Terhubung Aspal

Ia juga mengingatkan pentingnya kerjasama dari berbagai pihak menyukseskan program ketahanan pangan yang sedang dijalankan.

“Semua pihak harus turut membantu program ini, mulai dari Pemerintah Provinsi hingga Polri.

Kita ingin menjadikan program ini sebagai percontohan kedua setelah suksesnya pengelolaan 1.000 hektar oleh Pangkostrad.

Kami akan memacu program serupa di daerah lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor atau Paman Birin, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso, usai melakukan penanaman jagung secara simbolis menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen TNI AD dalam mendukung program ketahanan pangan di Kalsel.

“Pemprov Kalsel siap bersinergi dengan TNI AD dan mitra usaha tani untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan tidur di Kodim 1006 Banjar.

Kami yakin program ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Adi. (mns/K-2)

Iklan
Iklan