SURABAYA, Kalimantanpost.com – Tim MangrovePreneurs Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berhasil menorehkan prestasi sebagai juara bidang Gagasan Solutif Inovatif pada Kompetisi Innovilleague, di Surabaya, Kamis (14/8/2025).
Prestasi Tim ULM ini sangat membanggakan, karena berhasil menyisihkan ribuan peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia pada kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia.
Tim MangrovePreneurs beranggotakan Lutfhi Nor Anshori, Muhammad Baihaqi, dan Rezky Amalia ini mengangkat gagasan berjudul “Pemanfaatan Nektar Mangrove Air Tawar (Sonneratia Caseolaris) sebagai Generating Income di Desa Mekar Sari, Kecamatan Tatah Makmur”.
“Alhamdulillah, Tim MangrovePreneurs berhasil mendapatkan penghargaan solusi inovatif. Rasanya senang dan bersyukur bisa sampai di tingkat nasional,” kata Ketua Tim MangrovePreneurs, Rezky Amelia, usai kompetisi di Auditorium FIKK Universitas Negeri Surabaya.
Apalagi bisa membawa madu mangrove dikenal luas, dari potensi nektar rambai yang terbuang sia-sia, akhirnya bisa diolah menjadi madu berkualitas dan dapat membuka pintu usaha baru bagi masyarakat di Desa Mekar Sari.
“Kita bangga, karena kerja keras tim terbayar, dan menjadi motivasi untuk terus berinovasi lagi, terutama dalam pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rezky, didampingi Lutfhi Nor Anshori dan Muhammad Baihaqi.
Rezky mengakui, tantangan terbesar dalam kompetisi ini adalah bagaimana menyampaikan ide dengan jelas dan menarik di depan juri, mulai dari kajian ilmiah, potensi ekonomi lokal dan strategi pemberdayaan masyarakat.
“Kita juga memperlihatkan inovasi madu mangrove yang sudah diproduksi masyarakat dan pemasaran melalui BUMDes, bahkan memberikan sampelnya ke Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor ULM Prof Dr Ahmad Alim Bachri mengatakan, prestasi yang diraih Tim MangrovePreneur ini sangat membanggakan, bahkan menempatkan ULM tidak kalah dengan berbagai perguruan tinggi papan atas di Indonesia.
“Prestasi ini menunjukkan ULM tidak kalah dengan perguruan tinggi papan atas di Indonesia,” kata Prof Ahmad.
Hal ini dikarenakan berhasil masuk 8 tim finalis dari 482 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mengingat kompetisi Innovileague ini untuk menggali gagasan solutif, inovatif, dan berkelanjutan dari mahasiswa sebagai generasi intelektual yang dapat berkontribusi langsung terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
“Setiap tim diberikan kesempatan untuk mengadu gagasan, pengalaman dan bukti nyata dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa sehingga dapat mengentaskan kemiskinan,” jelasnya. (lyn/KPO-4)
GAGASAN – Tim MangrovePreneurs bersama Rektor ULM Prof Ahmad memperlihatkan penghargaan bidang Gagasan Solutif Inovatif 2025 di Kompetisi Innovilleague. (Kalimantanpost.com/repro rezky)















