PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) 2025 mencapai skor sebesar 72,94 dengan kategori sedang.
Hal ini berdasarkan laporan penghitungan menyeluruh Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Kalteng, yang disampaikan Kepala Dispursip, Adiah Chandra Sari dalam keterangannya, Sabtu (18/10/2025).
Sedangkan, menurut data laporan pengukuran tahun sebelumnya, disebutkan bahwa nilai IPLM Kalteng 2024 adalah sebesar 68,64 kategori sedang.
Perbandingan angka tersebut menunjukkan pembangunan literasi masyarakat Kalteng termasuk dalam nilai cukup baik dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Adiah Chandra Sari menjelaskan, IPLM menjadi instrumen penting bagi Dispursip provinsi serta kabupaten/kota untuk mengukur sejauh mana kemampuan literasi masyarakat berkembang, baik dari sisi akses informasi, kemampuan membaca, maupun partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan literasi di berbagai daerah.
“Dengan indeks ini, pemerintah daerah dapat menilai efektivitas program literasi yang dijalankan serta menentukan kebijakan yang lebih tepat untuk meningkatkan minat baca dan kualitas sumber daya manusia di daerah,” imbuh Adiah.
Sementara itu, dalam laporan pengukuran juga disebutkan beberapa kabupaten/kota bahkan berhasil mencapai skor dengan kategori “tinggi”, seperti Kabupaten Barito Selatan (88,57), Kabupaten Lamandau (87,76), dan Kabupaten Sukamara (85,46).
Hal ini mengindikasikan adanya program literasi yang berjalan efektif, dukungan pemerintah daerah yang kuat, serta partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan literasi.
Berikut skor nilai IPLM 2025 dan kategorinya secara lengkap, yakni : 1. Provinsi Kalimantan Tengah 72,94 (sedang): 2. Kabupaten Barito Selatan 88,57 (tinggi); 3.Kabupaten Lamandau 87,76 (tinggi); 4. Kabupaten Sukamara 85,46 (tinggi); 5 Kabupaten Barito Utara 85,10 (tinggi); 6. Kabupaten Seruyan 80,49 (tinggi); 7. Kabupaten Pulang Pisau 80,35 (tinggi)
Berikutnya, 8. Kota Palangka Raya 78, 82 (tinggi); 9. Kabupaten Katingan 73,54 (sedang); 10 Kabupaten Murung Raya 68,76 (sedang); 11. Kabupaten Kotawaringin Barat 65,36 (sedang); 12. Kabupaten Gunung Mas 59,42 (sedang); 13. Kabupaten Kotawaringin Timur 57,58 (sedang); 14.Kabupaten Barito Timur: 56,01 (sedang); dan 15. Kabupaten Kapuas: 53,63 (sedang)
Adiah menjelaskan, pengukuran IPLM ini menandakan bahwa pembangunan literasi masyarakat di Kalteng terus menunjukkan kemajuan pesat dalam upaya meningkatkan kualitas SDM melalui literasi, meskipun ada tantangan yang perlu diatasi di beberapa daerah.
Kabupaten-kabupaten dengan skor tinggi menjadi contoh praktik terbaik yang dapat dijadikan acuan bagi daerah lain, sedangkan wilayah dengan skor rendah memerlukan perhatian khusus melalui program literasi yang lebih terencana, inovatif, dan adaptif.
“Dengan pemahaman lebih mendalam mengenai kondisi literasi melalui IPLM, Provinsi Kalteng dapat merancang kebijakan, program, dan strategi yang tepat sasaran,” ujarnya.
Sehingga tercipta masyarakat yang melek literasi, kritis, kreatif, dan siap menghadapi dinamika di era informasi dengan percaya diri. (drt/ist/KPO-4)















