NUSA INDAH, BATI-BATI, kalimantanpost.com – Ibu-ibu PKK Desa Nusa Indah, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, mendapat pelatihan mengolah potensi alam dan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.
Pelatihan tersebut digelar mahasiswa Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) melalui program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek BIMA 2026.
Bukan hanya teori, peserta langsung diajak praktik membuat berbagai produk herbal dan perawatan diri yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan.
Di antaranya ekoenzim, sabun herbal, teh herbal, lip balm hingga parfum balm. Bahan yang digunakan relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Ekoenzim, misalnya, dibuat dengan memanfaatkan limbah organik dapur seperti kulit buah dan sayuran. Sementara bahan herbal lainnya diolah menjadi produk perawatan tubuh dan minuman yang memiliki nilai tambah.
Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat saat mengikuti setiap tahapan. Mereka juga diperkenalkan dengan cara mengemas dan memasarkan produk agar lebih menarik bagi konsumen.
Tak Berhenti di Produksi.
Pendampingan mahasiswa UNISKA tidak berhenti pada proses pembuatan produk.
Peserta juga mendapat workshop desain dan teknik packaging agar produk terlihat lebih menarik, higienis dan memiliki nilai jual.
Mahasiswa turut memberikan edukasi mengenai pentingnya legalitas usaha, termasuk tata cara pengurusan Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) dan sertifikasi halal.
Dalam sosialisasi tersebut, tim menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut, Roida Winijayanti, A.Md.KL
Pendampingan ini diharapkan membuat produk warga tidak hanya menjadi konsumsi rumah tangga, tetapi dapat berkembang menjadi produk UMKM yang memiliki legalitas dan mampu menembus pasar lebih luas.
Dorong Perempuan Desa Berani Berwirausaha
Ketua PKK bersama ibu-ibu warga Desa Nusa Indah menyambut antusias program tersebut.
Bagi masyarakat, kegiatan ini membuka wawasan bahwa bahan yang selama ini dianggap biasa, bahkan limbah rumah tangga, ternyata dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Dosen pendamping, Nily Su’aida, berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan keberanian perempuan desa untuk memulai usaha dari rumah.
“Program ini dapat mendorong perempuan desa lebih percaya diri memulai usaha mikro dari rumah,” ujar Nily.
Melalui pelatihan produksi, pengemasan hingga pendampingan legalitas, mahasiswa UNISKA berupaya membangun fondasi UMKM desa yang kreatif dan berkelanjutan.
Sinergi kampus dan masyarakat ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya produk herbal khas Desa Nusa Indah yang mampu menambah pendapatan keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi desa.(fin/KPO-1)















