Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
TRI BANJAR

Mahasiswa UNISKA Sulap Sampah Jadi BBM, Bantu Petani Desa Nusa Indah Tak Lagi Membungkuk

×

Mahasiswa UNISKA Sulap Sampah Jadi BBM, Bantu Petani Desa Nusa Indah Tak Lagi Membungkuk

Sebarkan artikel ini
IMG 20260815 WA0039
Kegiatan pengelolaan limbah sampah plastik jadi bahan bakar.

NUSA INDAH, BATI-BATI, kalimantanpost.com – Bukan sekadar datang mengabdi, mahasiswa Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) membawa solusi nyata bagi warga Desa Nusa Indah, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.

Melalui Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang mendapat hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek BIMA 2026, mahasiswa UNISKA MAB menghadirkan sejumlah inovasi, mulai dari mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak hingga menciptakan alat pemupukan sederhana bagi petani.

Kalimantan Post

Program tersebut mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Desa Nusa Indah dan masyarakat.
Kepala Desa Nusa Indah, Bibit Guntoro, mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang dinilai mampu menjawab persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat, khususnya masalah sampah dan efisiensi kerja petani.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada mahasiswa UNISKA MAB dan Kemdiktisaintek melalui Program PMM Bima 2026. Kehadiran adik-adik mahasiswa sangat membantu mengurangi permasalahan yang ada di Desa Nusa Indah, khususnya terkait pengelolaan sampah dan efisiensi kerja para petani kami,” ujar Bibit Guntoro.

Sampah Plastik Disulap Jadi BBM

Dalam workshop dan praktik langsung bersama warga, mahasiswa memperkenalkan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik dan limbah rumah tangga menjadi bahan bakar minyak.
Tak berhenti di situ, limbah plastik juga dimanfaatkan sebagai bahan campuran pembuatan ecopave atau paving block ramah lingkungan.

Inovasi tersebut tidak hanya menawarkan solusi terhadap persoalan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Ke depan, pengolahan sampah tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi usaha berbasis lingkungan atau ecopreneurship yang dikelola masyarakat Desa Nusa Indah.

IMG 20260815 WA0040
Mahasiswa UNISKA bersama Warga.

Petani Tak Perlu Lagi Membungkuk

Inovasi mahasiswa UNISKA MAB juga menyentuh sektor pertanian yang menjadi salah satu mata pencaharian utama warga.

Baca Juga :  Mahasiswa UNISKA Ajari Ibu-Ibu PKK Desa Nusa Indah Sulap Bahan Herbal Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Mahasiswa merancang alat pemupukan sederhana berbahan pipa PVC yang memungkinkan petani menaburkan pupuk dengan lebih mudah dan presisi.

Dengan alat tersebut, petani tidak perlu terus-menerus membungkuk atau menunduk saat memberikan pupuk ke tanaman.

Selain menghemat tenaga, alat sederhana ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko gangguan pada tulang belakang sekaligus mempercepat proses pemupukan di lahan.

Para petani pun menyambut antusias inovasi tersebut karena dinilai sederhana, murah, mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Dosen Kawal hingga Lapangan
Pelaksanaan PMM Bima 2026 di Desa Nusa Indah tidak lepas dari pendampingan para dosen, yakni apt. Nily Su’aida, M.Farm., Muhammad Saukani, PhD., dan Fuzi Maulana Ash’ari, M.P.

Kolaborasi mahasiswa, dosen, pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci agar inovasi yang diberikan tidak berhenti sebatas kegiatan pengabdian.

Muhammad Saukani yang mendampingi pelaksanaan pembuatan pirolisis dan ecopave menyampaikan, teknologi tepat guna yang diperkenalkan diharapkan dapat terus dipelihara dan dikembangkan oleh masyarakat.

“Teknologi tepat guna yang telah diperkenalkan diharapkan dapat terus dipelihara, dikembangkan dan dimanfaatkan masyarakat Nusa Indah serta dapat mengurangi volume sampah yang mencemari lingkungan,” ujar Muhammad Saukani.

Bagi warga Desa Nusa Indah, kehadiran mahasiswa bukan hanya membawa ilmu dari kampus, tetapi juga menghadirkan solusi sederhana untuk persoalan nyata di tengah masyarakat.

“Harapannya, inovasi ini tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus, tetapi terus digunakan dan dikembangkan masyarakat untuk membuat Desa Nusa Indah semakin bersih, produktif dan mandiri,” pungkasnya.(fin/KPO-1)

Iklan
Iklan