Pelaihari, KP — Pemerintah Kabupaten Tanah Laut secara resmi menyelenggarakan Kompetisi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tahun 2026.
Agenda strategis ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital serta menekan potensi penyebaran disinformasi di tingkat desa. Kegiatan tersebut bertempat di Aula Rakat Mufakat Hutan Jati, Pelaihari, pada Senin, (27/7/2026).
Pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan peran KIM agar tidak sekadar berfungsi sebagai saluran komunikasi formal, melainkan bertransformasi menjadi pilar informasi yang edukatif dan solutif bagi masyarakat luas.
Mewakili Bupati Tanah Laut, Asisten Administrasi Umum Rudi Ismanto dalam sambutannya menyatakan bahwa eskalasi perkembangan teknologi informasi dewasa ini membawa implikasi tersendiri terhadap stabilitas sosial di daerah.
“Kemajuan teknologi memang membawa banyak manfaat, memudahkan masyarakat memperoleh informasi, memperluas wawasan, hingga membuka peluang ekonomi baru,” ujar Rudi.
Kendati demikian, beliau mengingatkan bahwa ancaman informasi palsu (hoaks) serta provokasi digital berpotensi memicu disintergrasi sosial dan menghambat akselerasi pembangunan daerah apabila tidak diantisipasi secara sigap.
“Di sinilah peran KIM menjadi semakin penting dan strategis. KIM bukan sekadar kelompok penyampai informasi pemerintah. KIM adalah mitra pemerintah sekaligus agen literasi digital yang hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Diskominfostasan Kabupaten Tanah Laut, Margaretha Habibah, memaparkan latar belakang penyelenggaraan ajang tahunan tersebut.
Ia mengidentifikasi adanya disparitas dalam pemanfaatan media digital serta fluktuasi keaktifan kelembagaan di sejumlah desa.
Dalam pemaparannya, Margaretha menjelaskan bahwa pelaksanaan kompetisi ini dilatarbelakangi oleh sejumlah tantangan krusial di tingkat desa, yang meliputi pemerataan digital akibat belum meratanya pemanfaatan media digital di berbagai wilayah, pengembangan konten yang memerlukan peningkatan kualitas pengemasan informasi agar lebih menarik dan komunikatif, serta revitalisasi kelembagaan untuk mengatasi penurunan tingkat keaktifan lembaga di beberapa kawasan.
“Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis dan inovatif untuk meningkatkan kapabilitas sekaligus memantik kembali semangat kreativitas pengurus KIM,” tutur Margaretha.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Kompetisi Tahun 2026 ini dirancang dengan menitikberatkan pada tiga sasaran utama, yaitu mengukur tingkat kreativitas dalam pengelolaan media digital, mendorong inovasi penyebaran informasi yang mencakup sektor UMKM hingga pariwisata daerah, serta mempererat jejaring komunikasi antar-komunitas di seluruh wilayah Kabupaten Tanah Laut.
Melalui rangkaian pembekalan teknis serta pemberian apresiasi ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menaruh harapan besar agar para pengurus KIM dapat lebih proaktif memproduksi konten positif yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. (rzk/K-6)















