Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Ikhtiar di Tengah Karhutla

×

Ikhtiar di Tengah Karhutla

Sebarkan artikel ini

Editorial Kalimantan Post, 26 Agustus 2026

KEMARAU panjang yang melanda Kalimantan Selatan kembali mengingatkan kita bahwa menghadapi bencana tidak cukup hanya dengan mengandalkan teknologi dan upaya pemadaman.

Ketika tanah mengering, sumber air menyusut dan karhutla terus mengancam, manusia juga perlu menundukkan diri, memohon pertolongan kepada Sang Pencipta.

Kalimantan Post

Salat Istisqa yang digelar masyarakat Banjarmasin dan Pemerintah Kota Banjarbaru menjadi cermin dari ikhtiar tersebut.

Ratusan warga dan aparatur pemerintah berkumpul, menunaikan salat dan memanjatkan doa agar hujan segera turun membawa rahmat bagi bumi yang tengah mengalami kekeringan.

Namun, Salat Istisqa semestinya tidak berhenti sebagai ritual meminta hujan. Lebih jauh, momentum ini harus menjadi ruang introspeksi. Kekeringan dan karhutla mengajarkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab besar menjaga alam. Kerusakan lingkungan, pembakaran lahan dan kelalaian dalam mengelola sumber daya tidak boleh terus dibiarkan.

Doa harus berjalan beriringan dengan tindakan. Pemerintah perlu memperkuat pencegahan karhutla, memastikan kesiapsiagaan menghadapi kemarau, menjaga ketersediaan air dan melindungi masyarakat dari dampak asap. Di sisi lain, masyarakat juga harus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Hujan memang merupakan rahmat yang sangat dinantikan. Tetapi sembari menunggu hujan turun, ikhtiar manusia tidak boleh berhenti. Salat Istisqa mengajarkan kerendahan hati, sementara menjaga lingkungan adalah bentuk tanggung jawab.

Semoga doa yang dipanjatkan bersama menjadi jalan turunnya hujan, berakhirnya kemarau dan meredanya karhutla. Lebih dari itu, semoga momentum ini membangkitkan kesadaran bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama.

Baca Juga :  Ketika Sekolah Tak Aman
Iklan
Iklan