Rantau, KP – Dalam rangka 1 harga Minyak Goreng Rp14.000 untuk warga masyarakat di pedesaan, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Perdagangan Kab Tapin menggelar pasar murah tahun 2022 di Desa Jingah Babaris Kecamatan Tapin Utara, baru baru tadi.
Selain itu juga menggelar dagangan sembako seperti beras, sayur sayuran, telor dan Ikan lokal segar dengan harga murah dan terjangkau.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin Hj Ratna Ellyani Arifin Arpan dalam sambutannya mengapresiasi dan ucapan terima kasih atas pelaksanaan pasar murah di pendesaan.
“Pasar murah merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat khususnya untuk minyak goreng dan sembako dengan harga yang di tetapkan pemerintah,” ucapnya.
Berharap kepada warga masyarakat dapat memanfaatkan pasar murah ini dengan baik dan berbelanjalah sesuai kebutuhan jangan berlebihan
“Mudah mudahan kami bisa mengadakan pasar murah disetiap kecamatan di Kab Tapin dalam setiap tahunnya,” harapnya.
Berharap kepada masyarakat jangan lupa menerapkan protokol kesehatan covid 19 dalam mengikuti pasar murah dengan menerapkan 5.M, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, memghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.
Sementara Sekretaris Dinas Perdagangan Tapin Hermansyah, melaporkan, operasi pasar murah ini kerjasama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel khusunya menyiapkan minyak goreng harga yang ditetapkan pemerintah Rp14.000 perliter.
“Pemerintah Kab Tapin mendapatkan jatah sebanyak 2.400 liter minyak goreng harga ditetapkan pemerintah Rp14 ribu perliter,” ucapnya.
Untuk operasi pasar minyak goreng ini di sasar empat titik kecamatan yaitu Kecamatan Candi Laras, Kecamatan Tapin Utara, Kecamatan Lokpaikat dan Kecamatan Binuang.
“Untuk satu kecamatan di berikan jatah 500 liter dan sudah di gelar, khusus untuk Tapin Utara di Desa Jingah Babaris sebanyak 900 liter,” ujarnya.
Disdag Tapin memperkirakan untuk pasar tradisional baru bisa mengikuti harga minyak goreng sesuai ketentuan, bisa sampai 1 Minggu. Bahkan paling lama 1 bulan.
“Jadi untuk pedagang minyak goreng mereka rata rata menjual menghabiskan stok barang lama dan menjual harga lama, sementara untuk harga baru di tetapkan masih belum di perkirakan sampai 1 bulan baru normal,” pungkasnya. (abd/K-6)















