Kotabaru, KP – Memperingati Bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Nasional, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Gelar Lomba Emergency Response, 3/2/2022 melibatkan karyawan dan kontraktor rekanan beberapa Department yang saat ini masih aktif bekerja di PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Tarjun, dengan tetap menjalankan protokol Covid-19.
Dalam kesempatannya, SHECSR Department Head, H. Teguh Iman Basoeki, melalui Safety Officer Indocement Plant Tarjun, Sudirman Noor, mengatakan, Kegiatan ini sebagai salah satu upaya meningkatkan budaya K3, Kesehatan dan keselamatan kerja, bagi semua karyawan.
Karena, berhubungan langsung dengan aktifitas kerja karyawan yang tentunya bermanfaat untuk melatih kesiapan mereka dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja dan kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat, khususnya pada ruang terbatas dan ketinggian,” ujarnya kemudian melanjutkan.
“Kegiatan ini juga menjadi parameter tolak ukur manajemen Indocement dalam melihat kesiapan dan keterampilan karyawan dalam rangka menghadapi kondisi darurat di ruang terbatas dan ketinggian, guna mencegah terjadinya kerugian terhadap sumber daya dan peralatan.
Selain Emergency Response dalam rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional Tahun 2022 ini juga dilaksanakan dengan beragam kegiatan tentang K3.
Dalam rangkaian program ini, kami juga bekerjasama dengan Polres kotabaru memberikan pelatihan Safety Riding Kepada Siswa SMK Mitra Indocement.
Program itu merupakan salah satu bentuk partisipasi aktif perusahaan dan langkah nyata Indocement dalam rangka mewujudkan kemandirian masyarakat Indonesia berbudaya K3.
Dalam Peringatan Bulan K3 Nasional ini juga menjadi momen bagi setiap perusahaan untuk meningkatkan budaya dan kesadaran akan K3 kepada semua pekerja, melekat dan tertanam di jiwa para pekerja. Risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK) dapat dihindari sehingga dapat mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan sehat menuju Indocement yang gemilang
Diharapkan dengan digelarnya kegiatan K3 kepada seluruh karyawan, rekanan, mitra kerja, hingga masyarakat sekitar bisa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam menghadapi keadaan darurat, Tandasnya. (and/K-6)















