Memerlukan dukungan dari pemerintah daerah apalagi soal izin rekomendasi teknis baik dari pihak balai, maupun Pemko Banjarmasin
BANJARMASIN, KP – Sudah berusia lebih dari setengah abad, tentu manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih tentu sudah mengetahui wilayah mana saja yang perlu penanganan untuk proses retribusi air leding.
Karena itu, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Ir H Yudha Achmadi, mengakui bahwa sebagian wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat, dan Banjarmasin Utara memang memerlukan penanganan lebih untuk menambah debit air yang dikirim ke rumah warga.
Kendati demikian, Yudha mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengentaskan persoalan itu. Dengan upaya melakukan pemasangan pipa.
Ia mengaku, bahwa di tahun ini pihaknya sudah memprogramkan pemasangan pipa reservoar. Dari kawasan Jalan pramuka hingga kawasan Banua Anyar. Lalu dari Banua Anyar hingga ke kawasan Sungai Andai.
“Karena kawasan itulah yang selama ini dominan sekali mengalami gangguan, begitu ada kebocoran perbaikan dan sebagainya. Termasuk juga di Banjarmasin Barat. Sekarang ini, sedang di tahap pembuatan Detail Engineering Design (DID). Semoga di pertengahan tahun sudah bisa dijalankan,” ungkapnya, Kamis (17/2) siang, disela-sela puncak acara HUT PDAM Bandarmasih di kantornya.
“Yang sudah berjalan, itu seperti di kawasan Sungai Bilu sampai ke PDAM Bandarmasih. Kemudian juga sejumlah daerah lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, segala program yang diutarakannya itu, menurut Yudha, tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Karena itu, pihaknya memerlukan dukungan dari pemerintah daerah. Belum lagi, soal izin rekomendasi teknis. Baik dari pihak balai, maupun Pemko Banjarmasin.
“Syukurlah, mendengar komitmen dari wali kota bahwa siap memberikan dukungan apakah itu dalam bentuk kebijakan. Ataupun nanti kebijakan penyertaan modal, untuk membantu merealisasikan rencana lainnya,” tutupnya.
Ya, secara terpisah, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, memang menginginkan agar PDAM Bandarmasih memperbaiki kualitas layanan. Misalnya, menambah lagi pipa-pipa air, hingga menambah tekanan saluran air.
Tujuannya, agar bisa menjangkau pelanggan di kawasan ujung. Ibnu menginginkan, agar PDAM Bandarmasih tetap semangat melayani pelanggan.
“Yang paling penting adalah tetap memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggan. Jadi, investasi di tahun ini ditujukan dan diarahkan untuk memperbaiki kualitas layanan. Itu yang paling penting,” jelasnya.
“Di saat pandemi, memang serba susah. Kami bisa memahami itu mudah-mudahan, rencana bisnis di tahun 2022, bisa berjalan baik,” harapnya.
Di sisi lain, Ibnu juga menyadari, bahwa menurutnya, PDAM Bandarmasih, memerlukan adanya suntikan modal.
“Mudah-mudahan bisa didukung sepenuhnya. Kami juga berharap sesegeranya, untuk badan hukum Perseroda PDAM Bandarmasih bisa diimplementasikan. Sehingga rencana bisnis perusahaan bisa dijalankan,” ucapnya.
“Saat ini Perseroda sudah sampai evaluasi akhir di Pemerintah Provinsi Kalsel. Tinggal sedikit lagi. Kami berharap tidak sampai ke triwulan pertama sudah bisa diimplementasikan, sehingga perusahan sudah bisa berjalan sesuai dengan badan hukum yang baru,” pungkasnya. (Kin/K-4)















