Kotabaru, KP – Warga Kotabaru, khususnya warga Desa Serongga, Kecamatan Kelumpang Hilir, saat ini tidak akan kesulitan mendapatkan gas elpiji, terkhusus gas tiga kilo bersubsidi.
Pasalnya, Senin 29/8/2022, Bupati Kotabaru H. Sayed Jafar Alaydrus telah meresmikan Operasional Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di desa Serongga Kecamatan Kelumpang Hilir Kabupaten Kotabaru.
Keberadaan SPPBE diatas lahan seluas 1 Hektar yang dikelola PT. Kharisma Energi Borneo tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kelangkaan gas elpiji untuk masyarakat yang ada di Kabupaten Kotabaru, bahkan diharapkan bisa memberikan harga yang murah bagi masyarakat Kabupaten Kotabaru pada umumnya.
Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Kotabaru H. Sayed Jafar Alaydrus dan pengguntingan Pita yang disaksikan dirut PT. Kharisma Energi Borneo, Sayed Andi Tanrang, sejumlah Kepala SKPD, Forkopimca Kelumpang Hilir, tokoh agama tokoh masyarakat yang berhadir pada acara tersebut. Sayed Andi Tanrang Alaydrus selaku dirut PT kharisma Energi Borneo mengucapkan terimakasih kepada Bupati Kotabaru beserta rombongan yang telah menyempatkan berhadir pada acara peresmian SPPBE di Desa Serongga tersebut.
“Terimakasih kepada Bupati Kotabaru yang telah menyisihkan waktunya untuk dapat berhadir dan meresmikan secara langsung pabrik SPPBE ini, semoga keberadaan stasiun pengisian dan pengangkutan Bulk Elpiji ini, dapat memberi manfaat pada kita semua, khususnya kepada warga Kotabaru” ungkapnya.
Sementara Bupati Kotabaru H. Sayed Jafar Alaydrus dalam sambutannya mengatakan Dengan diresmikannya SPPBE merupakan suatu langkah maju dalam mengurai permasalahan terhadap kelangkaan gas elpiji khususnya gas elpiji bersubsidi.
Kami berharap, dengan tersedianya SPPBE yang ada di Serongga Kelumpang Hilir ini dapat menjaga serta menopang stok gas elpiji untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Kotabaru, khususnya gas 3 kg bersubsidi.
Kehadiran SPPBE ini juga kata tentunya sangat berpengaruh terhadap Harga eceran tertinggi (HET) kepada masyarakat, karena retribusinya tidak jauh, serta harga transfortasinya bisa dipangkas sehingga harga jual bisa lebih murah.
Selama ini, harga eceran tertinggi melebihi harga yang telah ditetapkan Pemerintah, karena terbatasnya stok elpiji ditingkat pengecer, semoga dengan adanya SPPBE ini harga jual bisa kembali normal dan sesuai dengan yang telah ditetapkan, ucap Bupati. (and/K-6)















