Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Pembentukan Karakter Religius Siswa melalui Pendidikan Agama Islam

×

Pembentukan Karakter Religius Siswa melalui Pendidikan Agama Islam

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dra. Faridah
Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 12 Banjarmasin

Pendidikan atau kegiatan mendidik itu dalam bahasa yang lebih filosofis dapat dirumuskan sebagai kegiatan mengembangkan segala kemampuan dasar atau bawaan (potensi) yang mencakup kemampuan dasar jasmaniah dan rohaniah. Pendidikan merupakan bagian yang terpenting dalam kehidupan manusia yang sekaligus membedakan manusia dengan hewan, manusia dikarunia Tuhan akal dan pikiran, sehingga manusia mengetahui segala hakekat permasalahan dan sekaligus dapat membedakan antar yang baik dan yang buruk dalam dirinya maupun kehidupan masyarakat dan bangsa. Karena, ilmu pendidikan merupakan ilmu yang membahas atau mengkaji pelaksanaan dan penyelengaraan pendidikan serta relasi pendidikan dengan aspek atau sektor kemasyarkatannya.

Kalimantan Post

Pendidikan agama Islam merupakan mata pelajaran yang dinilai efektif dalam membentuk karakter peserta didik, dalam spesifiknya adalah karakter religius. Dimana karakter religius ini memiliki pengaruh besar dalam kehidupan siswa baik dunia maupun di akhirat kelak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, lebih spesifiknya adalah karakter religius yang berakar dari pembelajaran akidah.

Pendidikan karakter bagi siswa berjalan seiring berjalannya waktu karena karakter atau moral tumbuh dan berkembang dengan berkembangnya perilaku dan habituasi siswa yang baik terus menerus. Apa yang kita lakukan dan apa yang kita katakan setiap hari, bagaimana kita berperilaku dalam hubungan mereka dengan orang lain pada akhirnya akan tumbuh menjadi karakter dan bisa diterapkan secara permanen. Membina atau membentuk karakter siswa tidak bisa dilakukan dengan cepat atau instan seperti yang terlihat. Dia butuh waktu dan proses yang panjang saat kita berinvestasi atau berinvestasi dalam bisnis. Pendidikan Karakter atau karakter moral bersifat formal karena mata pelajaran lain yang diajarkan kepada siswa tentu tidak mencapai hasil yang optimal.

Baca Juga :  MENCINTAI RASULULLAH

Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tatakrama, budaya, dan adat istiadat.

Karakter religius adalah suatu sifat yang melekat pada diri seseorang atau benda yang menunjukkan identitas, ciri, kepatuhan ataupun pesan keislaman. Karakter Islam yang melekat pada diri seseorang akan mempengaruhi orang disekitarnya untuk berperilaku Islami juga. Karakter Islam yang melekat pada diri seseorang akan terlihat dari cara berpikir dan bertindak, yang selalu dijiwai dengan nilai-nilai Islam. Bila dilihat dari segi perilakunya, orang yang memiliki karakter islami selalu menunjukkan keteguhannya dalam keyakinan, kepatuhannya dalam beribadah, menjaga hubungan baik sesama manusia dan alam sekitar.

Karakter religius akan membentuk manusia yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memiliki karakter religius dan beriman akan membentuk sikap dan prilaku manusia yang baik, serta menunjukkan keyakinan akan adanya kekuatan Sang Pencipta. Keyakinan adanya Tuhan akan mewujudkan manusia yang taat beribadah dan berprilaku yang sesuai dengan apa yang dianut oleh agama dan tidak melakukan apa yang dilarang oleh agama. Pada dasarnya agama atau religi juga mengutamakan aspek moral dan etika dalam nilai-nilainya. Pembelajaran pendidikan karakter diberikan melalui aspek-aspek keagamaan atau berbasis pada religi, akan membentuk suatu kombinasi yang baik tanpa ada nilai-nilai yang saling berlawanan atau bertolak belakang. Agama merupakan salah satu sumber nilai dalam membangun pembelajaran pendidikan karakter Sumber keagamaan tersebut memunculkan nilai religi sebagai salah satu nilai yang menjadi bagian atau unsur yang membentuk membentuk karakter individu (bangsa).

Karakter religius adalah karakter manusia yang selalu menyandarkan segala aspek kehidupannya kepada agama. Menjadikan agama sebagai penuntun dan panutan dalam setiap tutur kata, sikap, dan perbuatannya, taat menjalankan perintah tuhannya dan menjauhi larangannya, kalau kita rujukan pada pancasila, jelas menyatakan bahwa manusia Indonesia harus menyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa dengan konsekuensi melaksanakan segala ajaran agamanya.

Baca Juga :  PENULISAN SEJARAH

Dalam pembelajaran baik itu sifatnya didalam kelas maupun di luar kelas, tentu membuthkan metode, setrategi, taktik dan teknik, agar pembelajaran yang disampaikan kepada peserta didik bisa dimengerti, begitu juga dengan metode pembentukan karakter religius kepada siswa tentu membutuhkan metode atau cara yang dilakukan agar siswa cepat tanggap dan menerima dan dipahami dari segala aspek religious.

Metode pembentukan karakter religius berbasis pendidikan agama yang diterapkan dalam pengajaran cukup marak baik yang bersifat temporer maupun terjadwal, hal ini dimanfaatkan oleh lembaga terutama dalam metode pembetukan karakter religius kepada siswa. Seperti melalui metode atau cara Kegiatan ekstra ini sangat membantu bagi siswa terutama dalam mengembangkan aspek-aspek life skill siswa terutama social life skill dan personal life skill, karena kegiatankegiatan tersebut relatif banyak melibatkan siswa dalam pelaksanaannya, sementara para guru hanya sebagai pembina, pembimbing, pengawas dan koordinatornya. Sebab berberdasarkan hasil penelitian bahwa diera globalisasi ini sekolah-sekolah yang bermutu dan memberi muatan agama lebih banyak menjadi pilihan pertama bagi orangtua di berbagai kota. Pendidikan keagamaan tersebut untuk menangkal pengaruh yang negatif di era globalisasi saat ini.

Iklan
Iklan