Banjarmasin, KP – Jumali, tahanan kabur yang dijemput menggunakan ambulan saat diamankan akhirnya meninggal dunia meski sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin selama satu hari.
Terkait adanya isu yang menyebar penyebab kematian Jumali.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana A Martosumito yang awalnya memilih diam, karena telah sepakat dengan pihak keluarga untuk tidak berbicara ke publik terkait kematian Jumali akhir angkat bicara.
“Kemarin keluarga minta untuk tidak di ekspose terkait kematian almarhum J ini, karena menjaga perasaan serta psikis anak-anak dan keluarganya. Namun menghindari suara-suara sumbang berkembang di masyarakat terpaksa saya buka suara,” jelas Kapolresta Senin (12/9).
Kapolresta mengungkapkan, pihaknya telah membantu prosesi pengurusan jenazah J dan memberikan tali asih kepada pihak keluarga sebagai bentuk belasungkawa.
“Tidak usah lah berspekulasi macam-macam. Polisi dalam hal ini telah bertindak humanis dan mengedepankan sikap Polri Presisi,” ujarnya.
Untuk diketahui, pada saat diamankan kembali oleh tim gabungan pasca pelariannya dari Rutan Polsek Banjarmasin Tengah beberapa waktu lalu, mendiang awalnya ditemukan dalam keadaan sakit di rumahnya di kawasan Gang Garuda Banjarmasin.
Lantas, kata dia, pihaknya tidak melakukan tindakan refresif dengan membawa Jumali langsung kembali ke ruang tahanan.
Akan tetapi, petugas lebih memilih menjemput J dengan ambulans dan dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan.
“Saya tegaskan bahwa J meninggal dunia karena sakit. Selama dalam perawatan J didampingi oleh pihak keluarga, sehingga semua tindakan medis itu disaksikan keluarga,” tegasnya.
Pihak keluarga telah menerima kematian J dengan lapang dada. Bahkan istri J secara langsung mengucapkan terima kasih dan permintaan maaf kepadanya di sela prosesi pemakaman jenazah J.
“Sekarang mari kita jaga perasaan keluarga dan anak-anak almarhum dengan tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan tak bertanggung jawab dan bersumber yang dapat merugikan banyak pihak,” tandasnya.
Sekedar mengingatkan, mendiang J merupakan satu dari tiga tahanan yang kabur dengan cara menjebol dinding WC tahanan di Mapolsekta Banjarmasin Tengah, Kamis malam (8/9).
Sebab, di TKP telah ditemukan kondisi dinding WC dalam keadaan rusak atau dijebol dan menjadikan adanya lubang sebesar sekitar 50cm x 60cm dengan bentuk lubang tidak beraturan.
Dua tahanan lainnya, yakni Doni dan Petet juga sudah diamankan dan kembali dimasukan dalam tahanan. (yul/K-4)















