Oleh : Kartika
Mahasiswa
Program Kampus Mengajar merupakan bagian dari program Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang melibatkan mahasiswa dengan berbagai latar belakang pendidikan di setiap kampus untuk membantu proses belajar mengajar pada jenjang SD dan SMP, serta membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kelas selama satu semester dengan menjadi mitra pengajar untuk berinovasi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang kreatif dan inovatif di satuan pendidikan sasaran. Program ini berfokus pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa di sekolah sasaran. Dikutip dari kampusmerdeka.kemdikbud.go.id. Literasi dan numerasi adalah hal yang paling mendasar namun sangat berperan penting dalam pendidikan. Menurut Han et al. (2017: 3), literasi numerasi memiliki kecakapan dan pengetahuan di antaranya : (a). Mempergunakan simbol dan angka yang berhubungan dengan matematika dalam menentukan solusi atas permasalahan dalam keseharian; (b). Menelaah informasi yang ditunjukkan dalam pengambilan suatu keputusan.
Dengan mengikuti program kampus mengajar mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk mengasah soft skills dan hard skills, serta mendapatkan pengalaman mengajar yang dapat di akui dalam bentuk Satuan Kredit Semester (SKS). Sehingga dalam program ini, mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Banjarmasin ingin membantu kegiatan belajar mengajar, melakukan adaptasi teknologi dan manajemen sekolah. Namun, peningkatan literasi dan numerasi menjadi fokus dan tujuan utama dari program ini. Sekolah sasaran pelaksanaan kegiatan Kampus Mengajar 5, salah satunya adalah SD Negri Alalak Utara 3. Adapun mahasiswa yang bertugas di SDN Alalak Utara 3 berasal dari berbagai universitas beserta program studi, diantaranya Teknologi Informasi Universitas Sari Mulia, Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, PGSD, Universitas Lambung Mangkurat, Agribisnis, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-banjari.
Sebagai bagian dari realisasi Kampus Mengajar ini, kami telah menyiapkan berbagai program kerja untuk meningkatkan literasi dan numerasi, dan kami membantu guru melengkapi dan meningkatkan manajemen sekolah, seperti membuat logo sekolah, membantu wali kelas memasukkan nilai untuk siswa, dan beberapa administratif lainnya.
Pada awal kegiatan, dilakukan observasi dan wawancara kepada pihak sekolah untuk menganalisis keadaan lingkungan sekolah, dan mengamati aktivitas pembelajaran yang ada. Kemudian didapat hasil bahwa sekolah penugasan ini merupakan sekolah yang terkena dampak pandemi yang cukup besar. Sehingga kegiatan literasi dan numerasi di SDN Alalak Utara 3 sempat terhenti selama kurang lebih 2 tahun selama pandemi Covid-19. Serta minimnya tenaga pengajar yang mengelola perpustakaan mengakibatkan perpustakaan menjadi terbengkalai dan terdapat beberapa kerusakan pada infrastruktur yang ada. Oleh karena itu, kami mengajak kembali para siswa untuk malaksanakan kembali kegiatan literasi dengan cara membersihkan perpustakaan, melakukan pembenahan ulang dan menambahkan media pembelajaran.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah adalah dengan meningkatkan minat siswa dalam membaca dan berhitung kepada siswa yang sebelumnya memiliki tingkat literasi rendah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Oleh karena itu, kami mendorong siswa untuk membaca buku bacaan bergambar dan membaca bersama menggunakan e-book melalui layar proyektor. Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa serta meningkatkan pemahaman mereka.
Selain upaya peningkatan literasi dan numerasi yang dilaksanakan di ruang kelas, dan perpustakaan, kegiatan literasi dan numerasi juga diterapkan melalui kegiatan Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang dilakukan dengan dua tahap yaitu pretest dan posttest. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur capaian siswa dalam menguasai literasi dan numerasi serta dapat membantu dalam menyusun strategi pembelajaran yang akan ditetapkan kepada siswa kelas 5 di SDN Alalak Utara 3 yang berjumlah 33 siswa. Pelaksanaaan AKM ini dilakukan didalam kelas secara bertahap karena fasilitas dan sarana prasarana yang kurang memadai.
Untuk meningkatkan literasi dan numerasi anak dalam pembelajaran, hal yang dapat dilakukan dengan menyadarkan mereka akan pentingnya literasi dan numerasi itu sendiri seperti kegiatan membaca 10 menit sebelum kegiatan belajar mengajar, mengoptimalkan perpustakaan, membuat karya tulis seperti mengarang, membentuk komunitas membaca, menggabungkan kata dan angka dalam percakapan, menerapkan konsep matematika dalam berbagai kegiatan, meningkatkan kemampuan matematika dalam permainan. dan melatih siswa untuk memecahkan matematika.
Selama sebulan pertama penugasan, tim mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 5 di SDN Alalak Utara 3 telah melakukan berbagai pendekatan kepada para siswa dengan mendengarkan apa yang mereka inginkan tanpa adanya paksaan. Kami juga mulai menjalankan beberapa program kerja secara bertahap seperti pembenahan perpustakaan, pojok baca dan memberikan pelatihan untuk siswa yang menjadi petugas upacara setiap minggu nya. Serta melaksanakan FKKS atau Forum Komunikasi dan Koordinasi Sekolah yang bertujuan untuk menghubungkan mahasiswa, dewan guru beserta dosen pembimbing lapangan untuk berdiskusi dan membahas program kerja yang akan dilaksanakan apakah sesuai dengan kebutuhan sekolah dan dapat dilaksanakan.
Salah satu tantangan yang akan dihadapi mahasiswa kampus mengajar di sekolah penugasan yaitu memahami karakter siswa-siswi maupun guru dan wali kelas, agar terjalin komunikasi yang baik dan dapat berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada disekolah baik mengenai sistem pembelajaran maupun lingkungan sekolah.
Harapannya, setelah selesainya program Kampus Mengajar 5, para pengajar dapat terus berinovasi untuk membuat pembelajaran menjadi menarik dan meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa, serta melengkapi layanan penunjang pembelajaran. Dengan menarik minat siswa menjadi semangat belajar dan membantu mensukseskan peningkatan mutu pendidikan di SDN Alalak Utara 3 Banjarmasin.











