Tanjung, KP – Dalam rangka study tiru terkait pengembangan potensi Wisata, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Blitar dr Syahrul Alim, berkunjung ke Kabupaten Tabalong.
Rombongan yang juga diikuti oleh Wakil Ketua DPRD Blitar, Ely Idayah Vitnawati, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Blitar Drs Eka Atikah dan rombongan lainnya diterima langsung oleh Bupati Tabalong Dr Drs H Anang Syakhfiani M.Si, bersama para asisten Setda Tabalong, Sekda Tabalong dan dinas terkait di Wisma Tamu Bersinar Tabalong, Senin (29/5).
Dalam paparannya hari itu, Ketua DPRD Blitar dr Syahrul Alim, mengatakan bahwa tidak hanya pengelolaan wisata yang akan diketahui dari Kabupaten Tabalong, namun juga bagaimana Kabupaten Tabalong paling utara Kalsel ini mengelola budaya daerah, “kami hadir ke Tabalong ini bertujuan untuk melakukan study tiru terkait pengelolaan pariwisata dan budaya, dalam hal ini kami sebagai kota terkecil nomor dua di Jawa Timur, yakni hanya dengan luas 1/100 dari Tabalong atau 33 km persegi,” ujarnya.
Kami tidak mempunyai potensi alam, di daerahnya penuh dengan rumah penduduk, kepariwisataan kami hanya mengandalkan wisata Makam Bung Karno, cuma beberapa waktu terakhir ada pihak swasta yang membangun masjid Syekh Ar Rahman, yang merupakan
destinasi wisata religi baru, dekat Makam Bung Karno yang menyerupai masjid Nabawi Madinah.
Sehingga hampir setiap peziarah yang ke Makam Bung Karno mampir di Masjid tersebut, terang Syahrul.
Diinformasikan, bahwa pada tanggal 15 Juli 2023, pemerintah Kota Blitar akan mengadakan karnaval, yang akan menampilkan semacam beberapa pagelaran, diisi oleh kesenian-kesenian dari daerah lain. “Untuk ini kami dari DPRD Kota Blitar berharap sekali kesenian dari daerah Tabalong bisa hadir di acara tersebut dengan mengikutsertakan kru seninya, untuk menambah tali silaturrahim antara Kota Blitar dengan Kabupaten Tabalong, biar kami juga mengenal lebih dekat dengan budaya di Kabupaten Tabalong,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Tabalong Dr Drs H Anang Syakhfiani M.Si, dalam paparannya hari itu mengatakan bahwa dengan hadirnya tamu dari kota Bung Karno tersebut merupakan kehormatan bagi daerah Kabupaten Tabalong, “Kami mendapatkan kehormatan, dan sekaligus mendapat undangan langsung dari kota Blitar, kami akan datang dengan menampilkan kesenian dari adat dayak, yakni adat Dayak Deah dan Dayak Maanyan,” ujarnya.
Tabalong ini hidrogen, meski dayak ini minoritas, namun di Kabupaten Tabalong seni budaya adat dayak ini bisa kita kembangkan, terang Anang.
Selebihnya, Anang juga mengungkapkan secara singkat profil Kabupaten Tabalong, “Tabalong menjadi lintasan tiga provinsi, kami berharap dengan adanya kunjungan ini bisa terjalin
kerjasama antar daerah, meski kota Blitar hanya 33 km persegi, namun jika urusan pariwisata mungkin lebih maju dan berkembang dari Kabupaten Tabalong,” ujarnya.
Untuk Kabupaten Tabalong hanya akhir-akhir ini saja menjadi kiblat kunjungan wisatawan, dan kami sendiri belum mendapatkan jawaban yang pasti ini apakah ini dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), atau lainnya. Tetapi memang dari data kunjungan wisata kiblat nya berubah ke Kabupaten Tabalong di tahun 2022 kemarin tertinggi di Kalsel. Kita berharap dapat manfaat adanya kerjasama antara Kabupaten Tabalong dengan Kota Blitar, pungkas H Anang Syakhfiani. (ros/K-6)















