Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

Alumni Perawat Sari Mulia Sukses Berkarir di Jepang

×

Alumni Perawat Sari Mulia Sukses Berkarir di Jepang

Sebarkan artikel ini
Hal 9 3 KLm Jepang
FOTO BERSAMA- Muhammad Nasrullah bersama onwer Universitas, yakni Hj Sudarto dan Rektor Sarimulya Dr Hj RR Dwi Sogi Sri Redjeki SKG, MPd, saat foto bersama. (KP/Narti)

Banjarmasin, KP – Muhammad Nasrullah merupakan salah satu alumni dari Akademi Perawat Universiat Sarimulya Banjarmasin yang sukses berkarier di Jepang. Bahkan pria ganteng asli Banjarmasin yang baru saja memasuki usai 28 tahun, mengadu nasib setelah lulus Akper 2019, untuk mengikuti program transfer ilmu ke negeri Sakura.

Padahal sebelumnya, keluar negeri saja hanya pertukaran pelajar, namun niatnya mengadu nasib di negeri orang ternyata membawanya keberkahan. Bagaimana tidak, Mas Anas, begitu panggilan akrabnya, sudah tak lagi tergantung lagi ke ayah dan ibunya.

Kalimantan Post

Sebaliknya, Mas Anas, yang sudah pulang balik ke Jepang ini malah mendapatkan tugas dari perusahaan tempat kerjanya Social Welfare Coporation Hachikikai bergerak Panti Lansia, untuk menjadi peterjemah para pekerja, maupun motivator calon para pekerja Indonesia supaya berminat masuk ke Jepang yang sekarang menjadi negara urutan 4 menampung tenaga kerja.

“Alhamdullilah saya dikirim perusahaan untuk menjadi penterjemah sekaligus sosialisasi bekerja di Jepang, yang selama ini banyak belum diketahui para kawula muda,’’ucap Anas usai bertandang di Kampus Universitas Sarimulya di Jalan Pramuka Banjarmasin, Kamis (24/08/2023).

Anas yang raut wajahnya tampak bersih putih dan pres, selain hadir di Kampus untuk memotivasi para mahasiswa juga sangat sopan saat menghampiri onwer Universitas, yakni Hj Sudarto dan Rektor Sarimulya Dr Hj RR Dwi Sogi Sri Redjeki SKG, MPd, maupun Wakil Rektor IV Dede S Sari Mulya, para dosen maupun mahasiswa dan alumni yang sengaja ingin bertemu dengan Muhammad Nasrullah.

Bahkan alumni MAN 2 Model Banjarmasin ini tak menyangka kalau, perantauan dirinya akan sukses dengan gaji belasan juta tiap bulannya. Karena baginya, dengan sempitnya lapangan pekerjaan di banua dan Indonesia mendorong dirinya mengembangan kemampuan untuk bisa meraih mimpi meski harus jauh dari keluarga.

Baca Juga :  Pendekat Jembatan Cusa Diusulkan di APBD Perubahan Rp6,5 M, PUPR Kantongi Justifikasi Teknis

“Bagi saya dijaman digital ini ngak jauh, karena semua bisa ditembus dalam berkomunikasi tetapi yang harus dipahami tak hanya bekerja mencari uang saja tetapi yang lebih penting mengembangan diri termasuk diminta kembali ke Indonesia menjadi penterjemah, dengan semua biaya menjadi tanggungan perusahaan jadi kebanggan,’’ucap pria berperawakan putih ini.

Diakui dari pengalamannya, ketertarikan untuk bekerja di Jepang ini saat masuk asrama dan akan mengikuti pendidikan enam bulan pun sudah menerima gaji 10 dollar sehingga hal inilah yang menarik dirinya. Karena, perusahaan mana yang lagi pendidikan sudah dibayar tentunya sangat berbeda.

Demikian juga saat berada di Jepang dimana semua peralatan yang cukup canggih ini menjadi pelajaran dan pengalaman sebagai tranfer ilmu yang tak dimiliki saat berada di bangku kuliah. Karenannya, dengan tekat dan keinginan serta niatnya menjadi pekerja dan mencari uang, akhirnya, Anas bersama empat temannya, dan sekarang bertambah 8 orang lagi dari Akper Sarimula menjadi pekerja resmi di Asaka Jepang.

Rektor Sarimulya Dr Hj RR Dwi Sogi Sri Redjeki SKG, MPd mengaku bangga dengan alumninya yang bayak berkair di Luar Negeri baik Jepang, Arab, maupun negara lainnya. Bahkan fasilitas kursus mulai Bahasa Jepang, Inggris, hingga Arab.

“Kamin akan cetak pekerja siap pakai sehingga dari pengalaman ini menggandeng sejumlah perusahaan dari berbagai negara, siapa tahu mereka berminat bekerja di Luar Negeri seperti Muhammad Nasrullah,’’tegas Rektor Sarimulya Dr Hj RR Dwi Sogi Sri Redjeki SKG, MPd, yang akrab dipanggu Bu Rina. (nau/K-3)

Iklan
Iklan