Rantau, KP – Pemerintah Kabupaten Tapin menerima penghargaan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia atas kesuksesan menurunkan angka Stunting di Kabupaten Tapin melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI KH Maruf Amin yang diterima oleh Pj Bupati Tapin Muhammad Syarifuddin pada acara rapat koordinasi Nasional
Apresiasi dan Komitmen nyata Percepatan Penurunan Stunting yang berlangsung di Istana Wakil Presiden RI, Jumat (6/10/2023) kemarin siang.
Turut hadir pada rakoor nasional sejumlah Menteri Di Kabinet Indonesia Maju seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan
Moeldoko, Menteri PMK Muhajir Effendi, Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Kesehatan Gunawan Sadikin dan Kepala BKKBN Dr dr Hasto Wardoyo, Sp Og.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam sambutannya mengatakan, ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam upaya mempercepat penurunan stunting selama empat tahun terakhir.
“Selamat kepada pemda yang menerima insentif fiskal, juga para pihak yang mendapat penghargaan atas kinerja dan sumbangsih signifikan dalam upaya percepatan penurunan stunting,” ujar Wapres.
Dia menegaskan bahwa peran aktif, serta sinergi dan kolaborasi seluruh pihak adalah kunci dalam upaya mengatasi masalah gizi. Penuntasan persoalan gizi termasuk stunting,
tidak sekadar perkara menurunkan prevalensi, tetapi merupakan tugas kemanusiaan berkelanjutan, sekaligus penentu kualitas kehidupan bangsa ke depan.
Usai menerima Penjabat Bupati Tapin, Muhammad Syarifuddin mengucapkan syukur Alhamdulillah atas diraihnya penghargaan ini, diberikan Menteri Kesehatan RI atas keberhasilan percepatan penurunan stunting melalui pemberian makanan tambahan yang diserahkan oleh Wakil Presiden RI KH Maruf Amin.
“Dengan penghargaan ini tentunya bangga dan senang, karena Pemerintah Kab Tapin sukses dalam penanganan pencegahan dan penurunan stunting melalui pemberian makanan tambahan,” ujarnya.
Dijelaskan Syarifuddin, dalam kategori pemberian makanan tambahan (PMT), pemerintah daerah Kab Tapin sudah melakukan sejak tahun 2022 sampai sekarang dengan tujuan menurunanma. Kasus stunting.
“Terbukti pada tahun 2022 lalu kasus stunting di Tapin turun hingg 19% yakni dengan program pemberian makanan tambahan,” jelasnya.
Menurut Pj Bupati Tapin yang juga Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, pemberian makanan tambahan sendiri saat ini masih berlanjut, dan diberikan secara menyeluruh baik kepada anak stunting maupun anak resiko stunting.
“Pemberian makanan tambahan tetap kita berikan baik untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak yang memiliki gejala maupun resiko anak stunting,” tutupnya.
Untuk diketahui bahwa menurunkan kasus stunting di Tapin efektif dengan melakukan Pemberian makanan tambahan cukup. Hal itu pada tahun 2022 angka kasus stunting di Tapin mencapai 33,5 persen setelah di programkan PMT secara terus menerus pada tahun 2023 dapat turun mencapai angka 14,5 persen. Untuk tahun 2024 ditargetkan angka kasus stunting
dapat turun mencapai 10 persen. (rel/abd/K-6)















