Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Guru SD di Kabupaten Banjar Dilatih Coding Berbasis Cerita Rakyat Banjar

×

Guru SD di Kabupaten Banjar Dilatih Coding Berbasis Cerita Rakyat Banjar

Sebarkan artikel ini
IMG 20251028 WA0020 e1761632932818

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Sebanyak 30 guru Sekolah Dasar yang tergabung dalam Ikatan Guru Kelas (IGK) Kabupaten Banjar mengikuti pelatihan inovatif bertajuk “Pelatihan Pembelajaran Coding dengan Strategi Storytelling Bakisah Bahasa Banjar”.

Kegiatan ini diselenggarakan Universitas PGRI Kalimantan dengan dukungan Kemdikbudristek melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025.

Kalimantan Post

Pelatihan ini yang di berikan langsung oleh ketua tim M Saufi, MPd, bersama Dr Kamariah, MPd dan Dr Haswinda Harpriyanti, MPd ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan pembelajaran coding berbasis budaya lokal, khususnya melalui tradisi Bakisah atau bercerita dalam Bahasa Banjar.

“Kami ingin membuktikan pembelajaran teknologi seperti coding bisa dikemas dengan cara yang dekat dengan budaya lokal. Anak-anak Banjar dapat belajar logika komputer melalui cerita rakyat seperti Si Palui atau Putri Junjung Buih,” jelas M. Saufi, M.Pd, Selasa (28/10/2025)

IMG 20251028 WA0021

Untuk diketahui Kegiatan berlangsung sejak 16 September hingga 9 Oktober 2025, terdiri dari tiga sesi workshop utama dan empat kali pendampingan implementasi di sekolah mitra.

Para peserta dikenalkan pada konsep dasar unplugged coding menggunakan media Kids First Coding & Robotics untuk memahami algoritma, urutan, pengulangan, dan kondisi melalui permainan edukatif.

Tak hanya itu, mengajak peserta mengolah storytelling Bakisah Bahasa Banjar menjadi alur logis yang bisa diterapkan dalam pembelajaran coding di SD.

Dalam hal ini, guru-guru diajak berkreasi dengan aplikasi Scratch, membuat animasi dan proyek digital berbasis cerita rakyat Banjar.

Pasca pelatihan, tim pengabdian melakukan empat kali kunjungan pendampingan ke sekolah mitra, meliputi observasi, monitoring penerapan storytelling coding, evaluasi hasil karya digital siswa, hingga refleksi akhir untuk dokumentasi praktik baik.

Selain pelatihan, tim juga menghasilkan Modul Pembelajaran Coding Berbasis Bakisah Bahasa Banjar yang telah memperoleh Hak Cipta (HKI), sebagai panduan berkelanjutan bagi guru dalam menerapkan pembelajaran kreatif dan kontekstual di sekolah masing-masing.

Baca Juga :  Polresta Banjarmasin Kembali Tanam Jagung di Lahan Rawa Kabupaten Banjar

“Kegiatan ini tidak hanya memperkuat literasi digital guru dan siswa, tetapi juga menanamkan kebanggaan terhadap budaya Banjar sebagai bagian dari identitas lokal yang bisa dibawa ke dunia digital,” ucapnya

Dengan pendekatan ini, diharapkan pembelajaran coding di sekolah dasar menjadi lebih menyenangkan, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan pembelajaran berbasis kearifan lokal. (yul/KPO-3)

Iklan
Iklan