Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Penanganan Kebakaran dan Penyelamatan di Kalsel Meningkat Sepanjang 2025

×

Penanganan Kebakaran dan Penyelamatan di Kalsel Meningkat Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini
IMG 20260224 WA0038 1
‎EVAKUASI - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Selatan melakukan evakuasi hewan di salah satu wilayah Kalsel. (Kalimantanpost.com/dok Satpol PP Kalsel).

BANJARBARU, Kalimantanpost.com– Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Selatan mencatat peningkatan jumlah penanganan kebakaran dan operasi penyelamatan sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

‎Kepala Satpol PP dan Damkar Kalsel, Dany Matera Saputra melalui Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah, mengatakan berdasarkan rekapitulasi 13 kabupaten/kota, total kejadian kebakaran pada 2025 mencapai 704 kasus, naik tipis dari 693 kejadian pada 2024.

‎“Untuk kejadian kebakaran di 13 kabupaten/kota terjadi kenaikan tipis dari 693 kejadian pada 2024 menjadi 704 kejadian pada 2025,” ujar Maulana di Banjarbaru, Selasa (24/2/2026).

‎Namun peningkatan paling mencolok terjadi pada kegiatan penyelamatan. Jika pada 2024 tercatat 3.185 kejadian, maka pada 2025 melonjak menjadi 6.043 kejadian.

‎Menurut Maulana, lonjakan ini menunjukkan bahwa peran Damkar tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan di masyarakat, mulai dari evakuasi kecelakaan hingga penanganan kondisi darurat lainnya.

‎Secara rinci, daerah dengan jumlah kebakaran tertinggi pada 2025 antara lain Kota Banjarmasin sebanyak 128 kejadian, Kabupaten Tanah Laut 93 kejadian, serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan 66 kejadian.

‎Untuk kegiatan penyelamatan, Kabupaten Banjar mencatat angka tertinggi dengan 1.347 kejadian, disusul Kota Banjarmasin 1.299 kejadian dan Kabupaten Tanah Laut 558 kejadian.

‎Di tingkat provinsi, sepanjang 2025 tercatat 65 kejadian kebakaran dan 319 kegiatan penyelamatan, meningkat dibandingkan 2024 yang masing-masing 63 kejadian kebakaran dan 150 kegiatan penyelamatan.

‎Maulana menegaskan, meningkatnya angka penyelamatan tidak selalu berarti kondisi memburuk, tetapi juga mencerminkan meningkatnya respons cepat petugas serta kepercayaan masyarakat dalam melaporkan kondisi darurat.

‎“Kami terus mengoptimalkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana, serta mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat kelalaian maupun faktor teknis lainnya,” tutupnya.(adv/dev/KPO-4)



Baca Juga :  Wali Kota Banjarmasin Hadiri Buka Puasa Bersama dan Peringatan Haul di Kampung Melayu
Iklan
Iklan