BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga akhir Januari 2026 terus menunjukkan tren positif dalam mendukung pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (DJPb Kalsel) Catur Ariyanto Widodo pada acara Publikasi ALCo Regional Kalsel, Rabu (25/2/2026) mengungkapkan total penyaluran KUR sebesar Rp419,21 miliar atau 8,13 persen dari target Rp5,15 T yang disalurkan kepada
6.058 debitur.
“KUR disalurkan secara Konvensional sebesar Rp403,82 miliar atau 96,33 persen dan Syariah
sebesar Rp15,39 miliar (3,67 persen),” ujarnya.
Ditambahkan Catur, secara nasional, kinerja KUR di Kalsel berada pada peringkat 15 dan peringkat pertama se-Kalimantan.
“Sektor pertanian menjadi sektor penerima KUR terbanyak sebesar Rp149,10 miliar (35,57 persen)
kepada 2.745 debitur dan skema mikro menjadi skema terbesar dengan penyaluran sebesar Rp275,49 miliar (65,72 persen) kepada 5.534 debitur,” paparnya.
Dia menambahkan, Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran tertinggi, sebesar Rp71,02 miliar kepada 869 debitur. Disusul Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp56,42 miliar kepada 559 debitur dan Kabupaten Banjar sebesar Rp45,64 miliar kepada 742 debitur.
Lalu, BRI mencatat penyaluran KUR tertinggi dengan membukukan capaian sebesar Rp273,04 miliar
kepada 5.253 debitur. Kemudian Bank Mandiri sebesar Rp58,68 miliar kepada 450 debitur dan BNI sebesar Rp33,38 miliar kepada 104 debitur.
Catur juga mengungkapkan, dalam memperkuat inklusi keuangan bagi masyarakat, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalimantan Selatan, total penyaluran pembiayaan UMi sebesar Rp0,91 miliar kepada 191 debitur.
“UMi disalurkan secara
Konvensional sebesar Rp0,91 M (100,00 persen),” paparnya.
Sedangkan Kinerja Pembiayaan UMi di Kalsel menempati posisi ke-13 dari 34 provinsi se-Indonesia dalam realisasi penyaluran pembiayaan UMi secara nasional.
“Secara regional Kalimantan,
penyaluran kinerja UMi mencapai peringkat kesatu se-Kalimantan. Penyaluran pembiayaan UMi sd Januari 2026 di Kalsel dilakukan oleh satu LKBB penyalur, yaitu
PT Bahana Arta Ventura (PT. BAV),” tandasnya.
Kabupaten Banjar mencatatkan penyaluran tertinggi sebesar Rp0,17 miliar kepada 35 debitur.
Disusul Kabupaten Tanah Laut sebesar Rp0,10 miliar kepada 23 debitur dan Tanah Bumbu
sebesar Rp0,09 miliar kepada 23 debitur.
“Sektor perdagangan menjadi sektor penerima UMi terbanyak sebesar 72,79 persen dan skema kelompok menjadi skema terbesar penyalurannya dengan porsi 100,00 persen,” katanya.
PT BAV mencatat penyaluran UMi tertinggi sebagai satu-satunya penyalur dengan
membukukan capaian sebesar Rp0,91 miliar kepada 191 debitur.
“Sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan pembiayaan bagi UMKM di Kalimantan Selatan, DJPb Kalsel telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama seluruh
Lembaga Penyalur guna memastikan penyaluran yang tepat sasaran,” jelasnya.
Ke depan, kata Catur, upaya komitmen tersebut terus berlanjut dalam memperkuat sinergi dan melakukan
berbagai upaya pengawalan agar tren positif yang terlihat di wilayah seperti Banjarmasin dapat terus
dipertahankan dan diikuti oleh wilayah lainnya.
“Hal ini diharapkan mampu mendorong akselerasi
permodalan dan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat Kalsel,” pungkasnya. (ful/KPO-3)















