Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Gerakan Indonesia Asri Digelar di Banjarmasin, Wali Kota Yamin Dorong Pengelolaan Sampah dari Sumber

×

Gerakan Indonesia Asri Digelar di Banjarmasin, Wali Kota Yamin Dorong Pengelolaan Sampah dari Sumber

Sebarkan artikel ini
IMG 20260309 WA0038 scaled e1773063929729
SINERGI - Sinergi Kementrian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar apel dan gotong royong di Kawasan Pasar Sentra Antasari, Senin (9/3/2026). (Kalimantanpost.com/repro humas Banjarmasin)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Kementerian Lingkungan Hidup menggelar apel dan gotong royong pembersihan lingkungan di kawasan Pasar Sentra Antasari, Senin (9/3/2026) pagi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Asri yang bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah.

Kalimantan Post

Bagi Pemerintah Kota Banjarmasin, gerakan membersihkan lingkungan tidak lagi dipandang sekadar kegiatan seremonial. Momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, dimulai dari sumbernya masing-masing.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat melalui surat edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

Selain itu, agenda ini juga menjadi bagian dari kunjungan kerja jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup ke Kalsel pada 8–11 Maret 2026 untuk memantau pengelolaan sampah di sejumlah daerah.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah pusat juga meninjau sejumlah fasilitas pengelolaan sampah, seperti TPS 3R hingga tempat pemrosesan akhir.

Langkah ini dilakukan untuk melihat langsung upaya daerah dalam menangani persoalan sampah sekaligus memberikan pendampingan bagi pemerintah daerah.

Meski Menteri Lingkungan Hidup berhalangan hadir karena agenda lain, kegiatan tetap berlangsung di bawah komando Inspektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup, Komjen Pol. Winarto. Kehadiran jajaran kementerian dinilai tetap memberikan dorongan kuat bagi daerah dalam mempercepat penanganan persoalan lingkungan.

Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR menyampaikan bahwa kehadiran perwakilan kementerian menunjukkan keseriusan pemerintah pusat terhadap persoalan sampah yang dihadapi daerah.

Menurutnya, hal ini sekaligus menjadi motivasi bagi pemerintah kota untuk terus memperkuat upaya penanganan sampah.

“Ini menjadi motivasi bagi kami, memang Pak Menteri tidak bisa hadir karena situasi tertentu, tetapi jajaran kementerian tetap datang dan kegiatan dipimpin langsung oleh Pak Komjen Winarto, bagi kami ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan, khususnya sampah, adalah perhatian serius pemerintah pusat dan harus ditindaklanjuti di daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Wali Kota Banjarmasin Resmikan Mahligai Optik Premium

Yamin menegaskan, persoalan sampah di Banjarmasin tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pengangkutan ke tempat pembuangan akhir. Pemerintah kota mulai mendorong perubahan perilaku masyarakat agar terbiasa memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

Setiap kesempatan pertemuan dengan masyarakat, kata dia, selalu dimanfaatkan untuk mengedukasi pentingnya mengurangi penggunaan plastik serta membiasakan pemilahan sampah. Langkah ini dinilai menjadi kunci dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

Upaya tersebut juga diperkuat melalui berbagai kebijakan di tingkat kota. Pemerintah memperluas peran bank sampah, memperkuat fasilitas TPS 3R, serta membangun jaringan agen pengelolaan sampah di tingkat RT untuk mengedukasi masyarakat secara langsung.

Menurut Yamin, perubahan perilaku masyarakat memang tidak bisa terjadi secara instan. Dibutuhkan konsistensi kebijakan serta dukungan anggaran agar program pengelolaan sampah dapat berjalan berkelanjutan.

“Kami sadar mengubah kebiasaan masyarakat tidak bisa cepat, tetapi kalau dimulai dari rumah masing-masing, melalui RT, bank sampah, dan TPS 3R yang diperkuat, maka persoalan sampah di Banjarmasin perlahan bisa teratasi,” jelasnya.

Selain menyasar masyarakat, pemerintah kota juga menerapkan kebijakan pengelolaan sampah dari sumbernya bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Banjarmasin.

Kebijakan tersebut diharapkan menjadi contoh nyata bagi masyarakat, mengingat jumlah ASN di lingkungan pemerintah kota mencapai sekitar enam hingga tujuh ribu orang.

Di sisi lain, kondisi TPA Basirih yang masih dalam tahap penanganan membuat sebagian sampah Banjarmasin sementara dialihkan ke TPA Banjarbakula di wilayah Banjar–Batola. Situasi ini semakin mendorong pemerintah untuk memperkuat program pengurangan sampah dari sumbernya.

Sementara itu, Komjen Pol. Winarto menegaskan bahwa kegiatan korvei yang dilakukan di berbagai daerah merupakan bagian dari gerakan nasional Indonesia Asri yang bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, aparatur negara, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menangani persoalan sampah secara berkelanjutan. (nug/KPO-4).

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Wali Kota Yamin HR Buka Puasa Bersama Satlinmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas

Iklan
Iklan