BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pembangunan pintu air dalam program National Urban Flood Resilience Project (Nufrep) di kawasan Siring Pierre Tendean mulai berdampak pada sejumlah fasilitas publik. Salah satunya lapangan basket yang berada di dekat Patung Bekantan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil mengatakan, sebagian area lapangan basket digunakan sebagai lokasi penempatan material dan peralatan berat yang diperlukan dalam pengerjaan pintu air oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.
Menurut Sabil, penggunaan area tersebut telah melalui mekanisme resmi berdasarkan surat yang disampaikan BWS kepada Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.
“Memang di surat tersebut ada pemanfaatan penggunaan salah satu lapangan basket dan itu separuh lapangan basket yang digunakan untuk menaruh tiang-tiang atau alat berat karena situasinya menggunakan crane, di situ tidak ada space lain untuk menaruh material berat tersebut,” ungkap Sabil, Rabu (10/6/2026).
Meski hanya sebagian area yang terdampak, Disbudporapar Kota Banjarmasin memutuskan menutup sementara seluruh lapangan tersebut demi alasan keselamatan. Langkah itu dilakukan untuk menghindari potensi risiko bagi masyarakat maupun atlet yang biasa memanfaatkan fasilitas olahraga tersebut.
“Takutnya nanti kalau terjadi apa-apa, risikonya sangat besar bagi pemain. Sementara untuk lapangan yang satunya lagi tetap bisa digunakan,” ujar Sabil.
Sabil menegaskan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap kondisi fasilitas yang digunakan selama proses pembangunan. Apabila terjadi kerusakan, kontraktor pelaksana bersama instansi terkait telah berkomitmen melakukan pemulihan setelah pekerjaan selesai.
Selain itu, ia memastikan kondisi lapangan basket nantinya akan dikembalikan seperti semula sehingga dapat kembali dimanfaatkan masyarakat.
Di sisi lain, Disbudporapar Kota Banjarmasin melihat proyek Nufrep sebagai momentum untuk melakukan penataan ulang terhadap kawasan Pierre Tendean yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan Kota Banjarmasin.
Sejumlah rencana pembenahan telah disiapkan, mulai dari peremajaan kawasan sekitar Patung Bekantan hingga revitalisasi sistem air mancur yang menjadi daya tarik wisata di lokasi tersebut.
Ke depan, air mancur Patung Bekantan direncanakan menggunakan sistem operasional otomatis dengan jadwal pancuran yang teratur sehingga dapat menjadi atraksi yang lebih menarik bagi warga maupun wisatawan.
“Kita menginginkan nanti mesinnya secara otomatis berjalan, sehingga masyarakat dan wisatawan sudah tahu di jam-jam berapa saja air itu akan memancar, termasuk bagaimana pengaturan pancurannya,” tutupnya. (ham/KPO-4).















