BANJARMASIN, Kalimantanpost – Kota Banjarmasin masih tetap jadi lumbung Qori dan Qoriah berprestasi di Kalimantan Selatan (Kalsel). Bahkan baru-baru tadi, berhasil membawa predikat Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalsel tahun 2026.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Banjarmasin, Juli Khair mengungkapkan jumlah qori dan qoriah di Kota Seribu Kota terdata cukup banyak bahkan kelebihan.
“Jumlahnya berlebih, terdata ada sekitar 200-300 orang qori dan qoriah di Kota Banjarmasin,” kata Juli, Kamis (16/7/2026).
Tak heran lanjut Juli, qori dan qoriah berlebih tesebut sering kali ditarik kabupaten/kota lain di Kalsel dalam mengikuti perlombaan.
Sebab Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mengakui adanya keterbatasan kouta untuk diikutserakan perlombaan hingga tidak semua bisa para qori dan qoriah dirangkul.
“Contohnya MTQ tadi yang mewakili Kota Banjarmasin maksimalnya hanya 54 orang. Sedangkan qori dan qoriah kita ada 200 lebih hingga mereka menyebar ke kabupaten/kota lain,” jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya selalu melakukan pembinaan terhadap bibit qori dan qoriah di usia dini di unit-unit TPA atau TPK (Taman Pendidikan Alquran).
Tujuannya tak lain supaya bibit-bibit qori dan qoriah yang merupakan generasi emas ini tidak habis dan terputus.
“Kita harapkan pembinaan tetap berjalan seperti sebagaimana biasanya. Supaya tidak terputus generasi penerus hafiz dan hafizah maupun qori-qoriah ini,” tuturnya.
Seiring dengan itu, pihaknya menekankan kepada unit-unit TPA atau TPK yang ada di Kota Banjarmasin bisa terus mengembangkan pembelajaran Alquran. (ham/KPO-4).















