BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Ancaman kebakaran lahan di Kota Banjarmasin meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau. Dalam kurun 15 Juli hingga 17 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin mencatat sebanyak 27 kejadian kebakaran lahan dengan total area terdampak mencapai 2.828 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, mengungkapkan sejumlah kejadian bermula dari aktivitas warga yang terlihat sederhana, tetapi berujung pada meluasnya kobaran api.
“Banyak yang berawal dari pembakaran sampah, kemudian merembet ke semak belukar di sekitarnya. Kondisi kemarau membuat api sangat mudah menjalar,” kata Husni, Sabtu (20/8/2026).
Berdasarkan catatan BPBD, Kecamatan Banjarmasin Selatan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian paling tinggi, yakni sembilan kasus. Disusul Kecamatan Banjarmasin Tengah dengan lima kejadian, Kecamatan Banjarmasin Timur tiga kejadian, dan Kecamatan Banjarmasin Barat sebanyak dua kejadian.
BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang dapat menjadi pemicu kebakaran, khususnya ketika kondisi lahan dan tumbuhan mulai mengering.
Upaya pencegahan juga diperkuat Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota Banjarmasin Nomor 100.3.4.3/009-Sekr/BPBD/IV/2026 tentang kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Adanya SE tersebut, warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Larangan juga mencakup pembakaran sampah secara sembarangan serta membuang puntung rokok di lokasi yang mudah terbakar.
Selain pencegahan secara individu, masyarakat didorong menjaga lingkungan bersama melalui gotong royong dan memastikan area sekitar tidak dipenuhi material kering yang dapat mempercepat penyebaran api.
Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar. Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.
“Kalau melihat asap atau api, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar. Masyarakat bisa menghubungi call center 112 agar segera ditindaklanjuti,” ucapnya.
Selain melakukan penanganan kebakaran, BPBD Kota Banjarmasin sebelumnya juga melakukan pembagian masker kepada masyarakat yang masih beraktivitas di luar ruangan.
Masker diberikan terutama kepada pengendara dan warga yang dinilai berisiko terpapar asap akibat kebakaran lahan. (ham/KPO-3)















