BANJARBARU, Kalimantanpost.com— Musim kemarau mulai membuat sumur warga di sejumlah wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengering. Kondisi ini membuat warga yang tidak berlangganan PDAM kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Banjarbaru bersama Tim BAGUNA menyalurkan air bersih kepada warga terdampak, Selasa (24/8/2026) sore.
Salah satu lokasi penyaluran berada di Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara. Begitu mobil tangki tiba, warga langsung menyiapkan berbagai wadah penampungan di halaman rumah masing-masing.
Air yang diterima diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga selama beberapa hari, sekaligus meringankan beban masyarakat yang selama ini harus membeli air.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Banjarbaru Putra Qomaluddin Attar Nurriqli mengatakan, penyaluran dilakukan di sejumlah kecamatan yang terdampak kekeringan.
Sebanyak tujuh mobil tangki dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih ke sejumlah permukiman warga.
“Kita melaksanakan distribusi air, total ada tujuh tangki. Satu tangki ke wilayah Landasan Ulin, dan lainnya ada di daerah Sungai Ulin, Loktabat Utara dan beberapa wilayah lainnya,” kata Putra yang juga anggota DPRD Kota Banjarbaru dari Fraksi PDI Perjuangan.
Menurut dia, aksi tersebut tidak hanya bertujuan membantu warga yang kesulitan mendapatkan air. Bantuan diharapkan dapat menggerakkan masyarakat lain yang memiliki kemampuan untuk ikut membantu warga terdampak kekeringan.
Selain penyaluran air bersih, pihaknya juga mendorong langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Salah satunya dengan memperbanyak program biopori dan sumur resapan untuk menjaga cadangan air tanah.
“Harapannya, masyarakat dan pihak-pihak yang mampu bisa ikut membantu. Untuk jangka panjang, kita juga perlu memikirkan bagaimana cadangan air tanah tetap terjaga,” ujarnya.
Kondisi kekeringan dirasakan langsung warga Jalan Seledri. Suyono, salah seorang warga, mengatakan sumur miliknya telah mengering sekitar setengah bulan.Selama kondisi tersebut, ia terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah setengah bulan mengalami kekeringan, biasanya beli air setiap hari,” kata Suyono.
Karena itu, kedatangan bantuan air bersih menjadi kabar baik bagi keluarganya. Air yang diterima dapat digunakan untuk kebutuhan beberapa hari ke depan sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air.
Penyaluran air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk respons terhadap dampak kemarau yang mulai dirasakan masyarakat Banjarbaru. Pemerintah dan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat langkah penyediaan air bersih sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang menghadapi ancaman kekeringan. (dev/KPO-4)















