Diresmikan Kantor Induk Jhonlin Group, Inilah Harapan Gubernur Kalsel dan CEO Perusahaan

Batulicin KP – Memasuki tahun 2020, diresmikan Kantor Induk Jhonlin Group di Jalan Raya Kodeco, Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (31/12) malam.

Ini semua diharapkan memberikan warna dan perkuat perekonomian global di Kalsel.

Sisi lain berharap pula akses perbankan di daerah bisa diperluas atau menjangkau semua layanan.

Peresmian dihadiri Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan, Supriansyah, Kepala Staf Wakil Presiden, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor, Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, Anggota DPR RI Dapil Kalsel 1 Habib Aboe Bakar, Dapil Kalsel 2, H Sulaiman Umar, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani serta pejabat dan tamu penting lainnya.

Peresmian gedung baru berlantai 9 ditandai pula penandatanganan prasasti dilakukan H Andi Muhammad Arsyad, tak lain  Ayahanda dari H Andi Syamsudin Arsyad (H Isam) sekaligus Owner Jhonlin Group.

Sementara Gubernur H Sahbirin Noor, berharap ini semua bisa memberikan warna dan memperkuat perekonomian global di Kalsel pada umumnya.

Sedangkan Ghimoyo, CEO atau pimpinan Jhonlin Grup mengatakan, pembangunan kantor ini sudah lama, sebelum keputusan kepindahan ibu kota.

“Tapi karena ibu kota negara sudah ditetapkan di wilayah Kaltim, ya sekalian saja,” ujarnya.

Berita Lainnya

Fitnah Kepada ZR Kian Masif, Warga Justru Cuek

1 dari 1.338

Ia berharap akses perbankan di daerah diperluas.

Selama ini seperti layanan perbankan untuk pembayaran ekspor – impor, serta penentu kebijakan, maka pihaknya punya kantor di Jakarta

Ia katakan, sejak berdiri, kantor pusat memang ada di Batulicin.

Tapi karena ada beberapa pengurusan harus di Jakarta.

Disebut, kantor di Jakarta tetap dioperasikan untuk beberapa pengurusan yang memang harus dilakukan di pusat, termasuk layanan perbankan.

“Bila akses perbankan di daerah bisa diperluas untuk lebih banyak layanan, akan mempermudah pelaku usaha.

Kalau kewenangan perbankan di daerah lebih luas, termasuk menentukan kebijakan, akan memberikan gairah bagi pelaku usaha dan perekonomian di daerah akan lebih berkembang,” bebernya.

Dijelaskan, perusahaan yang dipimpinnya ini, memiliki 18 ribu karyawan, tersebar di sejumlah anak perusahaan.

Baik itu di perkebunan sawit, pertambangan, agro foresty dan juga perkebunan serta pabrik gula di Indonesia bagian timur.

“Dari seluruh karyawan, 80 persen merupakan orang lokal,” katanya. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya