Pampangan Eceng Gondok Tutup Jalur Tranportasi Sungai

Banjarmasin, KP – Pampangan sampah kiriman berupa eceng gondok, ranting kayu, bambu, bercampur limbah rumah tangga lainnya kembali menumpuk di bawah Jembatan Pangeran Antasari Kota Banjarmasin, Kamis (2/1/2020) pagi.

Bahkan tumpukan sampah ini mengakibatkan adanya pampangan yang sangat besar sehingga menutup akses transportasi air seperti perahu mesin hingga speedboat tak bisa melintas di sana.

Sejak tadi pagi, 50 lebih petugas dari tim Pembersih Drainase dan Sungai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin diterjunkan untuk membersihkan.

Kepala tim Pembersih Drainase, Dinas PUPR Banjarmasin, M Syamsuddin AS mengungkapkan, pampangan ini terjadi menyusul meningkatnya volume sampah kiriman seiring dimulainya musim penghujan.

“Sebenarnya sejak kemarin. Tadi malam kami bersihkan di bawah Jembatan Pasar Lama. Lalu sampah itu larut ke bawah Jembatan Pangeran Antasari dan menumpuk lagi di sini,” ucapnya.

Berita Lainnya

Ke MK “Bunuh Diri”

1 dari 1.029

Syamsuddin berkata, sampah ini dibersihkan dengan cara didorong sehingga bisa larut ke muara sungai. Hal ini terpaksa dilakukan lantaran volume sampah yang terlalu besar.

“Ini dihanyutkan ke laut. Karena kalau diangkat tak mungkin. Karena terkendala kemampuan. Volumenya juga luar biasa. Seandainya eceng gondok saja masih bisa diangkut dengan kapal sapu-sapu,” ujarnya.

Sedikit ada 57 orang petugas kebersihan atau yang akrab disapa pasukan turbo diterjunkan untuk melakukan pembersihan. Syamsuddin memperkirakan pembersihan ini memakan waktu 7-8 jam.

“Kira-kira sampai pukul 2.30 baru selesai karena sangat banyak, kalau dihitung-hitung luasnya hampir 1 hektar. Saat ini kami membuka sebagian untuk akses perahu agar bisa melintas,” jelasnya.

Syamsuddin menjelaskan, dua Jembatan Pasar lama dan Pangeran Antasari ini memang sering menjadi langganan sangkutnya sampah dikarenakan pondasi jembatan terlalu rapat sehingga sampah sulit untuk lolos.

“Kenapa dua jembatan ini sering terjadi pampangan. Karena tiangnya terlalu rapat. Jembatan Pasar Lama dan Sudimampir ini memang lebih rapat daripada jembatan lainnya,” tukasnya.(vin/K-5)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya