Banjarbaru Siaga Darurat Bencana Non Alam Covid-19

Banjarbaru, KP – Walikota Nadjmi Adhani mengumpulkan seluruh jajaran SKPD, instansi vertikal, Polres Banjarbaru, Kodim 1006/Mtp, BIN, Angkasa Pura, KKP Banjarmasin dan berbagai pimpinan lembaga lainnya, di Aula Gawi Sabarataan, Senin (16/3).

Pertemuan yang dipimpin langsung Walikota ini dalam rangka Rapat Koordinasi Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Banjarbaru dan menindaklanjuti instruksi Presiden RI Joko Widodo agar setiap daerah menetapkan situasi di daerah masing-masing serta membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sesuai Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020.

Berdasarkan informasi dari BIN dan Kadis Kesehatan terungkap, di Kota Banjarbaru belum ditemukan penderita ataupun suspect Covid-19.

Namun sebagai bentuk kewaspadaan dan antisipasi serta untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, dalam rakor diputuskan beberapa kesepakatan penting, antara lain membentuk gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dikomandani Sekdako selaku Kepala BPDB Banjarbaru. Gugus tugas ini diberi wewenang untuk mengambil langkah dan memberikan rekomendasi serta informasi satu pintu terkait pengananan Covid-19.

Menetapkan status Banjarbaru Siaga Darurat Bencana Non Alam, semua SKPD di Lingkup Pemko Banjarbaru untuk mengambil langkah antisipasi sesuai tupoksinya masing-masing.

Dinas Pendidikan mengkomunikasikan kepada seluruh jajaran dibawahnya dan kepada institusi pendidikan, proses belajar-mengajar di sekolah tetap berjalan seperti biasa, namun harus mengurangi kontak fisik, termasuk kegiatan bersalam-salaman antara guru dan murid.

”Semua perjalanan dinas keluar daerah ditangguhkan, kecuali untuk urusan sangat penting,” tegas Nadjmi.

Berita Lainnya

Wawali Gebrak Masker di Depan Balai Kota

RSUD Idaman Layani Pasien Non Covid-19

1 dari 1.186
Loading...

Bagi jajaran ASN di Pemko Banjarbaru, Walikota menetapkan bahwa apel pagi tetap dilaksanakan, namun absen yang biasanya menggunakan sistem finger diubah ke manual.

Untuk SKPD yang mengelola pelayanan publik dan bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti di kelurahan, kecamatan, puskesmas, urusan perizinan dan perpajakan serta dokumen kependudukan, maka guna memberikan rasa aman kepada pegawai dan masyarakat yang datang, perlu dilakukan penyemprotan dengan desinfektan serta menyediakan cairan pembersih tangan atau tempat mencuci tangan dan sabun.

”Hal ini untuk memberikan rasa aman kepada pegawai dan masyarakat yang hadir,” kata Nadjmi didampingi Wakil Walikota Darmawan Jaya Setiawan.

Dia juga meminta Dinas Perdagangan melakukan monitoring kebutuhan pokok di pasar, lalu Dinas Kesehatan sosialisasi dan promosi untuk mengedukasi masyarakat terkait penanganan Covid-19.

”Rumah Sakit diminta membentuk Satgas dan membuat SOP penanganan Covid-19 serta mempersiapkan logistik dibutuhkan,” tandasnya.

Pihak Angkasa Pura dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banjarmasin yang juga hadir dalam rakor ini mengungkapkan, pihaknya sejak awal telah melakukan pemantauan terhadap semua penumpang yang datang ke Kalsel. Hal ini guna memastikan tidak ada satupun yang datang dan masuk ke Kalsel membawa Covid-19.

Diakhir rakor, Walikota mengimbau masyarakat tetap tenang dan terus berupaya melindungi diri, keluarga dan lingkungan serta bergandengan tangan, bersama-sama melindungi Banjarbaru agar terhindar dari Covid-19. (wan/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya