Selewengkan Dana Desa, Kades Sungai Saluang Batola Dituntut Dua Tahun Enam Bulan Penjara

Banjarmasin, KP – Kepala Desa Sungai Saluang Kecamatan Belawang Kabupaten Batola Rahmadi yang selewengkan dana desa di tuntut dua tahun dan enam bulan penjara.


Tuntutan ini disampaikan pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Selasa (14/04/2020) yang dilakukan secara teleconfrence, oleh JPU dibawah komando Andri Kurniawan
Selain pidana penjara terdakwa juga denda sebesar Rp50 juta subsidair tuga bulan, selain itu juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp545.641.010. apabila dalam tempo sebulan harta benda tindak mencukupi maka kurungan akan bertambah selama 15 bulan.


JPU berkeyakin dan secara sah terdakwa melanggar pasal 3 ayat (1) Jo pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah ditambah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, seperti pada dakwaan subsidairnya.


Atas tuntutan tersebut Majelis hakim yang dipimpin hakim Teguh Sentosa memberikan, kesempatan kepada terdakwa melalui penasihat hukumnya Andri Kal untuk menyampaikan nota pembelaan sidang mendatang.

Berita Lainnya
1 dari 858
Loading...


Perbuatan terdakwa di tahun 2017-2018 dengan membuat laporan fiktif, sehingga berdasarkan hasil audit BPKP Propinsi Kalsel terdapat unsur kerugian negasa sebesar Rp545.641.010.


Dari hasil audit tersebut menurut JPU, terdakwa sudah mengembalikan ke rekening kas desa sebesar Rp45.000.000. Sehingga masih ada sisa yang merupakan kerugian negara atau perekonomian negara sebesar Rp500.643.010.


Bahwa sebagai kepala desa, dalam melaksanakan pengelolaan keuangan di desanya tahun 2017 dan 2018, Rahmadi tidak membentuk Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD).
Dalam melakukan pencairan dan pengambilan uang di rekening kas desa, dilakukan sendiri oleh tersangka tanpa adanya permintaan pembayaran dari pelaksana kegiatan.


Uang yang dicairkan atau diambil dari rekening kas desa selanjutnya dipegang dan dikuasai oleh terdakwa.


Tersangka juga membuat laporan fiktif, seolah-olah kegiatan sudah direalisasikan.(hid/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya