Cerita Drummer Yandi Pratama, yang Boyong Grup Rock Papan Atas ke Banjarmasin

DRUMMER yang satunya mampu berkomunikasi hingga kemampuan memboyong grup dan penyanyi papan atas.
Inilah kisah dibalik suksesnya sang drummer Yandi Pratama SH MH.
Diketahui pada akun Instagram nya Yandi Pratama dikenal memiliki kedekatan dengan beberapa musisi papan atas atau tokoh politik atau nasional.
Pria kelahiran Banjarmasin 21 Januari 1988 ini adalah drummer Sandal Jepit, sebuah grup rock yang sering menjuarai festival musik beraliran keras pada era 2000 an di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Yandi Pratama, lama hijrah ke Jakarta yang kebetulan sedang pulang kampung ke Banjarmasin menyempatkan dirinya bertemu dengan wartawan.
Yandi ceritakan kiat dan pengalamannya bisa eksis baik dalam pekerjaan sekaligus menyalurkan hobinya.
Terbukti beberapa waktu lalu, warga Kalsel pecinta musik rock khususnya yang rindu akan sajian musik di era 80 dan 90 an, terpenuhi, berkat kerja dan lobi Yandi Pratama.
Waktu itu banua ‘hingar-bingar’ adanya penampilan dua grup rock legendaris Elpamas dan Grass Rock. Mereka manggung di Klub 89 Banjarmasin pada tahun 2018.
Ataupun aksi lady rocker Nicky Astria yang menjadi bintang utama Festival Musik Rock di panggung Taman Budaya Kalsel di Banjarmasin di tahun yang sama.
Nicky Astria, pelantun tembang Jarum Neraka dan Tangan tangan Setan yang pernah manggung pada tahun 80 an dan 90 an itu terjawab dengan aksi sang lady rocker legendaris itu dengan penampilan yang prima.
Tak hanya, bahkan festival musik rock piala gubernur itu juga menghadirkan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor alias Paman Birin dan Danrem 101 Antasari pada saat itu Kolonel Inf Yudianto Putrajaya di malam final.
Keduanya dengan penuh semangat mengiringi Nicky Astria membawakan hits nya Misteri Cinta.
Mungkin banyak warga Banua yang tidak tahu siapa sosok dibalik kesuksesan acara yang sangat dinanti para pecinta musik rock Banua.
Adalah seseorang bernama Yandi Pratama, yang berhasil memboyong grup dan penyanyi rock papan atas itu untuk tampil di Banjarmasin.
Sosok anak muda bersahaja ini mungkin bagi musisi rock Banjarmasin di era 2000 an tentu tak asing lagi.
Ya sebelum hijrah ke Jakarta, pria muda kelahiran Banjarmasin 21 Januari 1988 silam itu dikenal sebagai drummer Sandal Jepit, sebuah grup rock yang sering menjuarai festival musik beraliran keras  pada era 2000 an di Kalsel
Ditanya sejak kapan mulai menekuni musik?.
Yandi Pratama mengaku menyukai musik sejak SMP dan saat itu dirinya begitu menyukai grup Dewa 19, Grass Rock dan GIGI.
“Selain sosok Ahmad Dhani yang menurut saya musisi jenius, saya juga menyukai permainan drum dari Rere (Grass Rock) kemudian drummer asli Banua, Gusti Hendi (GIGI),” ungkap Yandi Pratama, yang dikarunia anak bernama Galang berusia 7 tahun, teryata ikuti jejak sang orang mahir drummer ini.
Jujur dan tak mau munafik, suami Liandini Pangastuti atau yang akrab disapa Andin penyanyi jebolan Indonesian Idol 2007 itu mengakui juga menyukai grup musik mancanegara Queen dan U2 serta Rush.
Bahkan, sebelum memboyong Elpamas dan Grass Rock serta mendatangkan Lady Rocker Nicky Astria ke Banjarmasin, Yandi Pratama tahun sebelumnya memboyong grup musik SevenYear Laters bermain di Hotel Golden Tulip Banjarmasin.
Lantas kenapa harus SevenYear Laters?.
Yandi Pratama mengatakan kebetulan saat wara wiri nge-jam di kafe ataupun pub di Jakarta dirinya cukup dekat dengan Doddy Katamsi vokalis grup itu yang juga kebetulan mantan vokalis Elpamas.
Selain itu, di SevenYear Laters juga bercokol bassis Roxx, Toni Monot.
“Saya sering melihat mereka  memainkan musik rock klasik dan saya tertarik membawa mereka manggung ke Banjarmasin, anggap saja pemanasan saat itu,” ujar musisi dan promotor muda bertalenta ini menambahkan. 
Prinsipnya, banyak-banyaklah mendengarkan sembari belajar memahami orang lain. “Pendengar yang baik itu jauh berkualitas dan berpengetahuan daripada mereka yang ingin didengarkan, selain tetap kita harus rendah hati,” ungkapnya
Seperti diketahui di masa pandemi Covid-19 hampir semua sektor ekonomi terkena dampak.
Lantas bagaimana ia menyikapi krisis, khususnya terkait pekerjaan?.
Pria yang punya ciri senyum menawan ini sebut, berpikir positif dan tetap kreatif dengan mengikuti aturan pemerintah.
Menurut Yandi Pratama salah satu kunci untuk bisa bertahan dari badai krisis ini “Kreatifitas harus tetap jalan, untuk teman teman musisi di Banua jangan menyerah tetap bangkit dan berkarya di tengah pandemi ini.
Saya yakin pasti ada jalan ” imbaunya.
Kemudian menjawab pertanyaan, apa pandangan istilah pekerjaan jangan menggangu hobi?
Menurut Yandi  hobi adalah kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama.
Karena itu hobi tidak akan mengganggu pekerjaan ataupun mengganggu hubungan karena porsinya hanya sebatas pada waktu senggang.
“Bagi saya pekerjaan dan keluarga itu utama dan harus dilakukan, barulah hobi,” pungkas Yandi. (aqli)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya