Kabag Pemerintahan Pemko Berharap Hasil Swab Negafif

Dolly dengan sabar menunggu hasil swab yang sudah dijalani sebelumnya di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru

BANJARMASIN, KP – Kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Banjarmasin, Dolly Syahbana saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah.

Dolly harus dirawat karena terindikasi terpapar CoVID -19 atau virus corona. Setelah hasil rapid test yang sebelumnya dijalani menunjuk hasil reaktif.

“Hari Selasa disuruh asesemnt di Rumah Sakit Sultan Suriansyah. Ada indikasi karena nafsuku sedikit dibawah standar,” ucapnya kepada Kalimantan Post,” Selasa (23/06/2020).

Dolly mengakui, bahwa ia memang sempat mengalami demam dan susah makan. Dolly rupanya juga memiliki comorbid alias penyakit penyerta. Namun ia tak memiliki gejala lain seperti sesak nafas.

“Kalau sesak nafas nggak ada. Normal saja,” jelasnya yang sempat menjabat sebagai Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Setdako Banjarmasin ini.

Hingga saat ini, Dolly masih menunggu hasil swab yang sudah ia jalani sebelumnya di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru.

“Kebetulan agak demam dalam beberapa hari dan sulit makan, lalu ikut swab di Bapelkes. dan ini masih nunggu hasilnya,” bebernya.

Kendati demikian, Dolly yakin dan optimis bahwa kondisinya baik-baik saja, dan berharap hasil swab-nya menyatakan negatif. “Saya merasa yakin kalau hasilnya negatif,” ujarnya.

Berita Lainnya

Dibalik Kabar Baik Ada Ancaman

1 dari 1.434
Loading...

Selain itu, karena merasa kondisinya baik-baik saja, ia berniat untuk menjalani isolasi di rumah karantina Bapelkes Banjarbaru. “Besok minta rekomendasi ke Bapelkes Banjarbaru,” pungkasnya.

Berbeda Saugi Zulfikar, ia juga merupakan pejabat Pemko Banjarmasin. Saugi merupakan Lurah Sungai Bilu yang dinyatakan terkonfirmasi positif terpapar virus corona.

Namun begitu, pria 55 tahun ini juga tak memiliki gejala atau biasanya disingkat orang tanpa gejala (OTG) dan harus menjalani karantina mandiri di rumahnya.

Beruntung, warga di lingkungan tempat tinggalnya memiliki rasa sosial solidaritas yang tinggi. Saugi pun selalu mendapat dukungan dari mereka. Bahkan tak jarang banyak yang memberikan bantuan sebagai bentuk perhatian.

“Terima kasih luar biasa atas bantuan warga karena sangat memperdulikan kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi mengakui dari beberapa pejabat Pemko memang ada beberapa yang terpapar, dan saat ini mereka dinyatakan sebagai orang tanpa gejala (OTG).

“Karena memang mereka baik baik saja dan tak ada gejala,” jelasnya.

Lantas bagaimana penanganan untuk tempat kerja mereka, khususnya yang sudah dinyatakan positif, apakah harus ditutup selama masa inkubasi 14 hari? Machli menjelaskan, bahwa sesuai protokol kesehatan hal itu tak perlu dilakukan.

Langkah yang diambil hanya perlu melakukan penelusuran untuk menemukan orang yang memiliki kontak erat dengan pasien positif.

“Jadi protokol kesehatan tidak mau kosongkan kantor tapi melaksanakan tracing dan tracking terhadap kontak erat orang yang positif CoVID – 19 untuk selanjutnya di rapid test,” pungkasnya. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya