1.078 Orang Warga Barito Selatan Belum Perekaman Data KTP Elektronik

Buntok, KP – Hingga saat ini, masyarakat Barito Selatan yang belum melakukan perekaman tercatat sebanyak 1.078 orang atau 1,07 persen,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Barito Selatan, Nyamei Tumbai, Selasa (28/7/2020) di Buntok.

Sedangkan jumlah wajib KTP di Barito Selatan tercatat sebanyak 100.399 orang dan yang sudah melakukan perekaman sebanyak 99.321 atau 98,93 persen.

Untuk perekaman, pihaknya sudah membuka pelayanan sistem tatap muka bagi masyarakat di wilayah setempat yang ingin mengurus dokumen kependudukan, namun harus tetap memperhatikan protokol kesehatan, katanya Nyamei Tumbai

Meskipun pelayanan tatap muka dibuka, namun pelayanan sistem online seperti yang dilaksanakan beberapa waktu lalu masih tetap dilaksanakan untuk memudahkan masyarakat.

Dalam pelayanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-EL) maupun dokumen kependudukan lainnya dengan sistem tatap muka ini tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan Corona Virus Disease-19 (Covid-19).

Untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkada Kalteng, pihaknya melaksanakan perekaman KTP dengan sistem jemput bola. Kegiatan ini dilaksanakan sejak beberapa minggu yang lalu.

Berita Lainnya
1 dari 52
Loading...

Nyamei Tumbai juga, mengimbau kepada desa yang warganya masih banyak belum perekaman, supaya menyampaikan surat permohonan, dan Disdukcapil siap membantu dengan turun klapangan.

Perekaman dengan sistem jemput bola ini tergantung permintaan dari desa, dan sepanjang tidak ada yang meminta dianggap mereka melakukan perekaman sendiri di kantor kecamatan atau di Disdukcapil Barito Selatan, ucapnya.

Menurutnya, saat perekaman KTP elektronik, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan dengan jaga jarak untuk menghindari terjadinya penularan Covid-19, baik dari petugas maupun masyarakat.

Dalam melakukan pelayanan kata dia, petugas sudah dilengkapi dengan masker, face shield, hand sanitizer.

Bahkan dalam perekaman dan pelayanan dokumen kependudukan sudah dibuat pembatas dari plastik.

Kita meminta kepada masyarakat di masing-masing desa yang akan dilakukan perekaman supaya menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan demi keamanan petugas dan masyarakat yang melakukan perekaman,” pinta Nyamei Tumbai. (yld/k-10)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya