Gubernur Hapus Denda Pajak, Bantu Warga Hadapi Situasi Covid-19

Palangka Raya, KP – Ditengah situasi yang semakin sulit akibat menghadapi Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru di masyarakat Kalteng, sehingga perlu membuat program pemerintah baru untuk membantu warganya.

Salah satunya dengan meringankan beban biaya pajak kendaraan bermotor.

Demi membantu warganya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, mengeluarkan peraturan Gubernur (Pergub) untuk menghapus denda pajak kendaraan bermotor untuk masyarakat.

Program ini masih diterus berjalan, dimana yang awalnya pada Agustus 2020 namun waktunya diperpanjang hingga 1 Oktober 2020

Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Provinsi Kalteng melalui
Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalteng jemput bola sosialisasi kebijakan Gubernur, dengan tidak membayar denda pajaknya alias gratis itu sampai kenpelosok desa di Kabupaten/Kota, imbuhnya.

Seperti pada ahir pekan kemarin, Gubernur Sugianto Sabran, melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Provinsi Kalteng, Kaspinor, bersama aparat Direktorat Lalu Lintas Polda dan Samsat, mensosialisasikan kelada masyarakat di wilayah Kotim, Lamandau, dimana sebelumnya juga ke daerah Barsel dan lainnya.

Sosialisasi sudah sampai ke Kabupaten/Kota sudah merata, sampai kemarin kami ke wilayah pedesaan di Lamandau dan Kotim.

Harapanya semakin banyak warga yang mau ke Samsat keliling atau ke Samsat bersama untuk membayar pajak kendaraan bermotor, karena denda pajak gratis,” kata Kaspinor, Selasa (25/8/2020) di Palangka Raya.

Berita Lainnya
1 dari 276
Loading...

Dikatakan Kaspinor, Peraturan Gubernur (Pergub) Kalimantan Tengah nomor 30 tahun 2020 tentang penghapusan denda administrasi bagi kendaraan bermotor baik kendaraan roda dua (2) dan empat (4), diperpanjang hingga 1 Oktober 2020, dan animo masyarakat juga banyak.
“Dan Alhamdulillah, tingkat animo masyarakat cukup tinggi.

Jadi total pendapatan yang diterima terhadap kebijakan Gubernur tersebut sampai Rp.35 miliar.

Ini terus berjalan, kami sampaikan sampai ke pelosok desa, agar capaian PAD dapat baik,” ungkapnya.
Sambil sosialisasi, tambah Kaspinor.

Dan pihaknya juga sambil membagikan ribuan masker ke masyarakat untuk mendukung progran pemerintah pusat dan Provinsi Kalteng, mengenai grebek masker untuk kepedulian masyarakat menggunakan protokol kesehatan serta terhindar dari potensi sebaran covid-19.

Sambil sosialisasi pengahpusan denda pajak, sambil kami juga berbagi masker ke warga yang dijumpai dan dilokasi sosialisasi.

Jadi kebijakan penghapusan denda administrasi tersebut sebagai bentuk kepedulian pa Gubernur Kalteng Sugianto Sabran terhadap masyarakatnya yang saat ini dilanda pandemi Covid-19,” sebut Kaspinor.

Gubernur juga, tambah Kaspinor, beraharap agar masyarakat dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menyelesaikan tunggakan pajak kendaraan baik untuk masyarakat dan pelaku usaha, agar upaya peningkatan PAD juga dapat baik dan meningkat.

“Kami terus sampaikan agar masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan ini agar dapat nyaman dalam tunggakan pajak.

Contohnya seperti kendaraanya menunggak dua tahun pajaknya, maka yang dibayar cuma pokoknya saja, dendanya tidak dibayar alias gratis.

Ini kemudahan yang diberikan pemerintah provinsi kalteng untuk membantu warganya,” ucap Kaspinor.(yld/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya