Puskesmas Paringin Gelar Swab Test Massal Pedagang Pasar Modern Adaro Paringin

Paringin, KP – Puskesmas Kecamatan Paringin menggelar swab test massal gratis untuk pedagang di Pasar Modern Adaro Paringin, Sabtu (15/08).

Seperti diketahui, Kalimantan Selatan mendapatkan jatah kuota untuk program Swab massal sebanyak 10 ribu orang. Dan Kabupaten Balangan mendapat jatah kuota sebanyak 946 program Swab massal.

Kepala Puskesmas Paringin, dr Hj. Aulia A Setiawaty mengutarakan sampai saat ini pihak pemerintah terus berupaya melakukan penjaringan kasus paparan Covid-19 kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus yang belum ada obatnya itu.

Sebab itu, diharapkan masyarakat mau mengikuti pelaksanaan Tes Swab yang dilakukan pihak kesehatan, “toh semuanya digratiskan.”

“Hari ini swab test massal di lingkungan pasar modern Paringin. Target sebanyak banyaknya, jumlah pedagang di pasar ini sekitar 100 pedagang, kalau tidak bisa selesai hari ini dilanjutkan lagi esok harinya,” ujarnya kepada awak media.

“Untuk hasil swab keluar 3 hari setelah pengambilan sampel,” tuturnya.

Berita Lainnya

Fauzan Bantu Korban Kebakaran di Bungin

1 dari 287
Loading...

Selain itu, dr Hj Aulia AS mengungkapkan, untuk mencegah jangan sampai terpapar Virus Covid-19, masyarakat pun harus dengan kesadaran diri untuk menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 yang telah disampaikan dan disosialisasikan pemerintah.

Di antaranya selalu menggunakan masker setiap kali keluar rumah, menjaga jarak aman di lingkungan ramai, mengurangi bersentuhan dengan orang lain, rajin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir setelah melakukan aktifitas di luar rumah.

“Sebenarnya bila protokol kesehatan ini dipahami dan dipatuhi masyarakat, maka penyebaran Virus Covid-19 akan mudah diatasi,” katanya.

Menurut Aulia, tindakan Rapid dan Swab Tes hanya membantu masyarakat untuk mengetahui tubuhnya terpapar Virus Covid-19 atau tidak? Yang tepat untuk kesehatan diri dan keluarga adalah dengan masyarakat menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Pemerintah hanya bisa menghimbau untuk pencegahan paparan virusnya saja,” tegas Kepala Puskesmas Paringin.

“Bila masyarakat melanggarnya, masyarakat sendiri yang merasakan sakit dan akibatnya pada diri sendiri maupun keluarga, termasuk mungkin saja berdampak kepada orang lain,” imbuhnya.

Salah satu pegang ikan, Hj Rusmiaty mengungkapkan, awalnya ada rasa takut saat mau diperiksa.

“Kada sakit tapi sedikit geli,” ujarnya. (jun/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya