Haul Pahlawan Pangeran Antasari ke-158

Oleh : M. Bushairie Ahmad
Pengurus BPM dan Yayasan At-Taqwa Km 4,5 Banjarmasin

Belum lama tadi telah berlangsung peringatan Haul Pahlawan Pangeran Antasari yang ke-158 tahun, lebih satu abad sudah banyak pengalaman dan historis sejarah yang mencatat keberhasilan pahlawan Pangeran Antasari sebagai pejuang bangsa untuk melawan penjajahan Belanda pada saat itu. Kita sebagai masyarakat dan warga Kalimantan Selatan merasa bangga

punya pemimpin yang tangguh dan enerjik dalam berjuang menumpas penjajahan Belanda. Kota Banjarmasin yang sarat dijuluki dengan Kota Seribu Sungai berbagai macam aneka ragam dipunyai oleh orang kota Banjarmasin sendiri.

Dalam era kepemimpinan Walikota H Ibnu Sina dan H Hermansyah dengan tenar dan gamblang kota Banjarmasin BAIMAN (Banjarmasin Bersih dan Nyaman). Sebagai warga dan masyarakat kota Banjarmasin khususnya dari Kalsel pada umumnya selalu banyak bersyukur dan taffakur kepada Allah SWT, dimana saat ini merasakan betapa besar nikmat dan mengisi kemerdekaan yang pada saat ini merdeka selama 75 tahun.

Peringatan dan syukuran Haul Pahlawan Pangeran Antasari yang ke-158 tahun ini telah diselenggarakan keluarga besar Pangeran Antasari Banjarmasin yang berada di Desa Gudang Hirang, Sungai Madang RT 08 No.27 Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Keluarga besar Pangeran Antasari Banjarmasin, yaitu buyut Hamrumsyah, Aidi Rahman, Zainal Arifin dan

seluruh keluarga besar bergabung untuk melaksanakan dan menyelenggarakan haul Pangeran Antasari.

Pelaksanaan haul Pangeran Antasari yang ke-158, didahului dengan

pembacaan Surah yasin dan Tahlilan dipimpin oleh buyut beliau H. Abdul Hamid dan doa haul oleh ustad H Jailani Abdul Hamid.

Peringatan haul Pangeran Antasari bertepatan pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muhanam 1442 H, atau 20 Agustus 2020 lalu. Peringatan ini sengaja disenergikan dengan menyongsong 1 Muharram 1442 H, karena berdasarkan Firman Allah SWT : “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah SWT ialah dua belas bulan bila sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi diantaranya ada empat bulan haram (bulan yang sangat mulia dibanggakan, dihormati, dan ditazimkan yaitu empat bulan haram yaitu Zulqaidah, Zulhijah, Almuharram) dan bulan Rajab ini disebut dengan Arba’atum Hurum empat bulan yang sangat mulia dan dihormati di kalangan umat Islam”. (QS. At Taubat : 36)

Berita Lainnya

KPPS Pilkada di Masa Pandemi

1 dari 163

Biografi Dan Manaqib Singkat Beliau

Dalam penyelenggaraan haul Pangeran Antasari telah diuraikan riwayat singkat Biografi dan Manaqib beliau oleh cucu buyut ustadz H. Amrumsyah. Pangeran Antasari dilahirkan pada tahun 1809. Beliau adalah keturunan keluarga kesultanan Banjarmasin dan dibesarkan di luar lingkungan istana,

karena itu ia merasakan betul nasib dan penderitaan rakyat banyak, karena adanya pengangkatan Sultan Tamjid yang tidak disukai rakyat maka terjadilah keresahan yang anti Belanda.

Pahlawan Pangeran Antasari mengetahui hal itu, sehingga menghimpun kekuatan yang sangat besar dan ia bersekutu dengan Kepala Daerah ajakan Pangeran Antasari untuk menggempur pasukan Belanda disetujui. Mereka bersepakat untuk mengangkat senjata mengusir Belanda dari Kesultanan Banjar tepat pada tanggal 18 April 1859 maka meletuslah perang

pertama yang lebih dikenal dengan perang Banjar. Sekitar bulan Oktober 1826 Pahlawan Pangeran Antasari merencanakan suatu serangan besar-besaran melawan musuh Belanda. Namun pada saat itu melanda wabah berbagai penyakit cacar tiba-tiba melanda daerahnya wabah itu anggaplah dan identik dengan wabah saat ini yang melanda masyarakat Kalsel yaitu virus

corona (covid 19) yang saat ini banyak korban dan mengalami kematian yang sangat signifikan.

Pada saat itu wabah penyakit cacar itu sehingga menghinggapi tubuh Pangeran Antasari sehingga merenggut nyawa beliau, dan meninggal dunia pada tanggal ll Oktober 1862 di Bayan Begak Kalsel. Beliau dimakamkan di Banjarmasin dengan gelar penambahan Amiruddin

Khalifatul Mukminin, beliau Pahlawan Pangeran Antasari tergolong muda masa usia 50 tahun sudah meninggal dunia karena perjuangan dan pengorbanan melawan penjajahan Belanda pada saat itu.

Demikian sekilas biografi dan manaqib beliau Pahlawan Pangeran Antasari disaat pelaksanaan haul yang ke 158 tahun. Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan referensi selanjutnya. Amin yarabbal alamin, jazakullahu khairan katsira.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya