Pengurus Berganti, Winardi Targetkan Fraksi di DPRD Banjarmasin

Banjarmasin, KP – Secara resmi kepengurusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) Kota Banjarmasin akhirnya berganti. Saat ini posisi Ketua DPD partai besutan Surya Paloh yang berada di Kota Seribu Sungai itu kini dipercayakan kepada pengurus baru.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan oleh DPP Partai Nasdem pada 17 Juli 2020 silam. Sehingga posisi orang nomor satu dalam kepengurusan Partai Nasdem di Kota Banjarmasin yang sebelumnya dipegang oleh Ahmad Zainuddin Djahrie secara resmi telah berpindah ke tangan Winardi Sethiono.

Dengan kepengurusan yang baru itu, Winardi mengaku akan menargetkan agar Partai Nasdem dapat membentuk fraksi sendiri di DPRD Kota Banjarmasin, pada Pemilu 2024 mendatang.

Pasalnya, selama ini, partai yang memiliki motto ‘Gerakan Perubahan’ ini hanya memiliki 1 kursi di DPRD Kota Banjarmasin.

Berita Lainnya
1 dari 1.620

“Insyaallah jika Allah mengizinkan dan teman-teman mampu menunjukkan kerjasama yang bagus, paling tidak kita bisa mendapatkan satu fraksi di DPRD,” ungkapnya pada awak media usai melakukan rapat konsolidasi dengan pengurus partai yang baru pada salah satu rumah makan di kawasan Dharma Praja, Banjarmasin, Sabtu (19/09) siang.

Menurutnya, selain ditetapkanya pemimpin baru untuk DPD Banjarmasin, ia juga merombak pengurus-pengurus yang ada di dalamnya. “Di dalam kepengurusan ini, selain terdiri dari anggota-anggota baru, juga ada anggot lama yang masih ingin berjuang membesarkan Partai Nasdem Banjarmasin. Jadi kita campur,” jelasnya.

Untuk diketahui, Partai Nasdem di Banjarmasin merupakan salah satu partai politik yang mengusung pasangan calon Hj Ananda-Mushaffa Zakir dalam perebutan tahta tertinggi di Pemerintahan Kota Banjarmasin.

Namun, saat ditanya mengenai strategi pemenangan paslon yang diusungnya di Pilkada Banjarmasin, Winardi hanya menyebut bahwa hal tersebut sudah disusun oleh tim pemenangan.

“Soal paslon, pengusungan dan penunjukan dukungan itu langsung dari pusat. Jadi bukan kita yang mengusulkan. Misalnya kita mengusulkan paslon A atau B, tetapi jika pusat datang mendukung paslon C, kita harus ikuti kebijakan partai,” tandasnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya