Harapan Kapolresta Banjarmasin
OTG yang Isolasi Mau Sukarela ke Rumah Karantina

Banjarmasin, KP – Harapan Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan berharap yang tergolong OTG (Orang Tanpa Gejala) dan menjalani isolasi mandiri, selanjutnya bisa secara sukarela berpindah ke rumah karantina.

“Kita sangat diharapkan OTG yang isolasi mau sukarela ke rumah karantina,” katanya.

Kapolresta Banjarmasin turut mengawal rombongan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK SH MH bersama Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan yang menyambangi warga isolasi mandiri serta rumah karantina.

Itu di Jalan Gerilya Kompleks Graha Mahatama, Blok Kasturi RT 23 Kelurahan Tanjung Pagar Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin dan di Puskesmas Alalak Tengah di Jalan Perdagangan, Banjarmasin Utara.

Dikatakan, pemerintah mendorong mereka yang terkonfirmasi positif tanpa gejala atau gejala ringan tetap menjalani perawatan di rumah karantina agar dapat dipantau secara benar

Menurut Kombes Rachmat, isolasi mandiri di rumah dikhawatirkan tidak maksimal proses penyembuhannya.

Di samping itu, rawan menularkan kepada orang lain terutama keluarga di rumah.

Berita Lainnya
1 dari 941

“Jangan sampai muncul klaster keluarga dari proses isolasi mandiri ini. Makanya, pemerintah ingin semuanya bisa disentralisasi di tempat karantina khusus bagi mereka kategori OTG,” tambahnya.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, lanjut Kapolresta, ada sekitar 12 orang yang masih isolasi mandiri di rumah. 

Sedangkan yang menghuni ke tempat karantina di Jalan Perdagangan Banjarmasin Utara tersisa delapan orang. Padahal kapasitasnya 72 tempat tidur.

“Mari dukung upaya kita semua mempercepat penanganan pandemi Covid-19 ini.

Rakyat adalah kuncinya memutus rantai penyebaran virus corona dengan patuh dengan apa yang menjadi kebijakan pemerintah,” ucapnya.

Sebelumnya pula Kombes Pol Rachmat Hendrawan, ingatkan serta khawatirkan ada klaster dari perkantoran.

Dari itu pula diimbau perketat masalah Prokes (Protokol Kesehatan) dan sediakan bilik disinfektan.

“Semua upaya mencegah munculnya klaster perkantoran, karena dikhawatirkan banyak karyawan usia produktif sudah terpapar virus Covid-19,” katanya. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya